Pelatihan Tata Rias Pengantin Gratis di Medan: 250 Jam untuk 25 Peserta
MEDAN – Lembaga Kursus dan Pelatihan LKP IFO di Jalan Letda Sujono, Medan, membuka program pelatihan gratis bidang Tata Rias Pengantin tradisional Mandailing dan gaun panjang pada Rabu, 13 Mei. Kegiatan diselenggarakan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Dikmen Diksus/PKPLK) – Kemendikdasmen.
Peserta dan pembukaan
Acara pembukaan dihadiri 25 peserta didik. Kehadiran pimpinan LKP IFO dan perwakilan dinas pendidikan memperkuat dukungan lokal terhadap program ini. Pembukaan juga diikuti oleh tim instruktur dan penilik yang akan mendampingi proses pembelajaran.
Tenaga pengajar dan mitra
Tim pendidik terdiri atas dosen dan praktisi berpengalaman, antara lain Dr. Anggia Sari Lubis SE M.Si, Puspita Fadly Hasibuan MPd, M. Abdul Toyeb SPd, Risma Yenni SE, serta pimpinan LKP Fauziah Nur Lubis SPd. Turut hadir Kepala Pembinaan Paud & PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ismail Marzuki Siregar Spd MAP didampingi penilik Hilman Gultom SPd MPd.
Program ini mendapat dukungan dari mitra usaha dan perbankan, antara lain:
- BRI Cabang Aksara Digital platform
- UMKM Dadek Pesta Merlyn Salon (DUDI)
- Kosmetik Viva dan Inez
Materi, durasi, dan jadwal
Pelatihan berlangsung selama 250 jam dengan materi utama tata rias pengantin tradisional Mandailing dan teknik gaun panjang. Selain keterampilan rias, peserta juga menerima pelajaran kewirausahaan, keselamatan kerja, dan public speaking untuk memperkuat kemampuan berbisnis.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan setiap Senin sampai Sabtu di lokasi LKP IFO, Jalan Letda Sujono No. 73 a-b, Bandar Selamat.
Gratis dan tujuan program
Semua peserta mengikuti pelatihan secara gratis melalui program Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen. Tujuan utama program adalah memberikan keterampilan praktis bagi anak putus sekolah dan pengangguran agar mampu membuka lapangan kerja sendiri.
"Adapun jenis pembelajarannya bidang ketrampilan tata rias pengantin tradisional Mandailing dan gaun panjang, kewirausahaan, keselamatan kerja dan publik speaking. Kegiatan ini dilaksanakan di LKP IFO setiap Senin sampai Sabtu," ujar Pimpinan LKP IFO, Fauziah Nur Lubis SPd.
Dukungan pasca-pelatihan
Di akhir program, peserta tidak hanya mendapat sertifikasi kompetensi tetapi juga memperoleh barang rintisan usaha sebagai modal awal. Langkah ini dirancang untuk membantu lulusan menjadi MUA profesional dan membuka usaha mandiri yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Harapan dan dampak
Pimpinan LKP berharap program ini dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf ekonomi peserta. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan lulusan mampu mandiri dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal di tengah era globalisasi.
Program pelatihan di LKP IFO merupakan salah satu upaya terukur untuk menjembatani kebutuhan keterampilan vokasi dan peluang kerja di wilayah Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemko Langsa Gelar Halaqah Ulama Dukung 22 Program Langsa Juara
Pemko Langsa menggelar Halaqah Ulama 2026 untuk memperkuat peran ulama mendukung implementasi 22 Program Ung...
Sungai Batang Sosa Berubah Coklat Diduga Tercemar Limbah PKS
Sungai Batang Sosa di Padanglawas berubah coklat pada 7 Juli; warga menduga akibat limbah PKS dan minta DLHK...
Bupati Simalungun Bawa Pelayanan Terpadu ke Raya Kahean
Bupati Simalungun kunjungi dua nagori di Raya Kahean, hadirkan pelayanan terpadu, pasar murah, dan paket ban...
Kebakaran Lahap Losmen dan 3 Rumah di Sinabang, Simeulue
Satu losmen dan tiga rumah di Sinabang, Simeulue, ludes terbakar dini hari; tak ada korban jiwa, kerugian di...
Sumut Siapkan SMK Pariwisata Boarding di Samosir, Biaya Ditanggung Pemprov
Gubernur Bobby Nasution umumkan SMK Pariwisata boarding di Samosir; lahan dan DED siap, semua biaya ditanggu...
Panitia: Harga Tiket PRSU 2026 untuk Dukung Ekonomi Kreatif
Panitia PRSU 2026 mengatakan HTM bukan sekadar akses, melainkan dukungan untuk ekonomi kreatif dan pelestari...