Panitia: Harga Tiket PRSU 2026 untuk Dukung Ekonomi Kreatif
Medan, 7 Juli 2026 — Panitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 menegaskan bahwa kenaikan harga tiket masuk (HTM) bukan sekadar biaya akses. Menurut Panitia Bidang Humas, Farah, HTM dimaksudkan sebagai dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Sumatera Utara.
Penjelasan panitia
Farah menyampaikan penegasan itu kepada wartawan di Medan, Selasa (7/7). Ia menyatakan perbedaan pandangan terhadap penyelenggaraan event besar seperti PRSU sebagai hal yang wajar dan menjadi bahan evaluasi panitia.
“Tentu selama setiap masukan menjadi perhatian dan bahan evaluasi kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Namun perlu kami sampaikan, bahwa PRSU ke-50 hadir dengan arah dan wajah baru,”
Kandungan acara dan klaim manfaat
Panitia mengklaim bahwa sekitar 75 persen konten acara berasal dari karya pelaku seni, budaya, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan demikian, menurut Farah, tiket yang dibayar pengunjung bukan hanya akses hiburan, melainkan bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif daerah.
“Dengan demikian, harga tiket yang dibayarkan masyarakat tidak hanya menjadi akses untuk menikmati rangkaian acara, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif dan pelestarian budaya daerah,”
Siapa yang disasar PRSU "wajah baru"?
Panitia menyatakan konsep baru PRSU dirancang lebih inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, antara lain:
- Masyarakat umum
- Pelaku UMKM
- Komunitas seni dan budaya
- Keluarga dan generasi muda
- Kalangan profesional dan pelaku usaha
Kritik, data yang belum dijelaskan, dan transparansi
Meski memaparkan tujuan dan klaim manfaat, Farah belum memberikan data pembanding HTM tahun-tahun sebelumnya. Panitia juga tidak merinci mekanisme alokasi dana tiket untuk pelaku UMKM atau seniman, serta indikator konkret kualitas yang dijadikan dasar penetapan HTM.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang memiliki nilai lebih bagi setiap pengunjung,”
Namun panitia belum memaparkan indikator atau perbandingan konkret dengan penyelenggaraan PRSU pada tahun-tahun sebelumnya. Panitia menyatakan terbuka terhadap masukan, tetapi belum menjelaskan apakah kebijakan HTM akan ditinjau ulang atau kapan hasil evaluasi dipublikasikan.
Implikasi dan prospek
Klaim bahwa HTM menjadi sumber dukungan bagi ekonomi kreatif membuka perdebatan antara kebutuhan pendanaan kualitas acara dan akses publik. Ke depan, transparansi penggunaan dana tiket dan hasil evaluasi menjadi kunci untuk meredam kritik sekaligus meyakinkan pemangku kepentingan bahwa manfaat PRSU dirasakan luas.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Tgk Marbawi Yusuf: Makna Kemerdekaan Sejati bagi Umat Islam
Tgk. Marbawi Yusuf menyampaikan khutbah Jumat di Aceh Besar, mengajak umat memahami kemerdekaan sejati sebag...
Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh Rugikan Negara Rp1 Triliun
Penyalahgunaan BBM subsidi di Aceh diperkirakan merugikan negara Rp1 triliun/tahun; satgas dibentuk untuk me...
BKKBN Sumut Luncurkan Pemutakhiran Data Keluarga SIGA di Simalungun
BKKBN Sumut meluncurkan pemutakhiran Data Keluarga SIGA 2026 di Simalungun untuk memastikan data akurat seba...
Dua Pasien Keracunan di Berastagi Masih Dirawat, Satu Dipulangkan
Tiga pasien diduga keracunan di Berastagi membaik; satu dipulangkan, dua masih dirawat dan dipantau RSU Haji...
Aktivis: P3-TGAI Belum Selesaikan Masalah Irigasi di Aceh Tenggara
Aktivis menilai P3-TGAI 2026 belum menjangkau semua lahan irigasi di Aceh Tenggara, meski ada 247 lokasi yan...
Benny Sinomba Turun Jabatan: Dari Kepala Dinas Jadi Staf Pemprov
Benny Sinomba, kerabat Gubernur Bobby Nasution, dicopot dari jabatan kepala dinas dan kini berstatus staf Pe...