Lokal

68 Remaja Brimob Polda Sumut Latihan Mental dan Keterampilan Lapangan

Bagikan:
68 remaja Brimob menjalani latihan mental dan keterampilan lapangan di Desa Tanjung Gunung, Langkat

MEDAN — Sebanyak 68 remaja Brimob Polda Sumut mengikuti latihan menempa mental dan kemampuan lapangan di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Selasa (7/7). Kegiatan digelar untuk meningkatkan kesiapan fisik, mental, dan keterampilan operasional sejak dini.

Materi latihan dasar

Pelatihan mencakup materi teknis yang menjadi bekal dasar operasi lapangan. Materi dirancang agar peserta memahami taktik dan prosedur saat bertugas di medan sulit.

  • Pengantar pertempuran hutan
  • Pengorganisasian kelompok
  • Sandi visual
  • Navigasi darat
  • Penanganan pertama (KESLAP)
  • Penggunaan handy talky (HT) saat patroli
  • Praktek patroli di medan hutan

Praktek lapangan menuntut ketahanan

Latihan patroli di hutan menjadi penutup rangkaian materi. Kegiatan ini menuntut ketelitian, kekompakan tim, dan daya juang tinggi dari setiap peserta. Instruktur menekankan pentingnya koordinasi serta komunikasi melalui HT selama patroli.

Tujuan pembinaan dan harapan pimpinan

Menurut Dansat Brimob Polda Sumut, kegiatan ini bagian dari proses pembinaan karakter. Tujuan utamanya adalah membentuk personel yang tangguh, disiplin, dan profesional sejak tahap awal pelatihan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan pembentukan karakter guna meningkatkan kemampuan dasar personel sejak dini, sehingga memiliki mental yang tangguh, disiplin, profesional, serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan," ujar Kombes Pol Rantau Isnur Eka.

Ia menambahkan harapan agar para peserta tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga terbentuk jiwa kepemimpinan dan kerja sama tim. Latihan ini dianggap sebagai wujud komitmen untuk mencetak sumber daya manusia Brimob yang unggul dan berintegritas.

Dampak dan tindak lanjut

Program pembinaan skala ini diharapkan memperkuat kesiapan operasional Brimob dalam jangka menengah. Peserta yang lolos evaluasi akan lebih siap menerima tugas lapangan dan dituntut menjaga kesinambungan latihan untuk meningkatkan kapabilitas.

Dengan program berkelanjutan, pihak pelatih berharap kualitas personel meningkat secara bertahap, sehingga kesiapan tugas dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait