Dinas Pendidikan Sumut Tindak Pelajar Terlibat Geng Motor di Medan
Medan, Dinas Pendidikan Sumatera Utara menyatakan tujuh siswa dari empat sekolah di Kota Medan diduga terlibat geng motor. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, saat ditemui di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (14/8).
Perincian kasus dan sekolah terkait
Dari data yang dihimpun, empat sekolah disebut terlibat yakni SMK 7, SMK 5, SMA 7, dan SMA 3 Medan. Total tujuh siswa diamankan aparat penegak hukum terkait dugaan keterlibatan dengan geng motor.
Rinciannya, satu siswa berasal dari SMK 5, tiga siswa dari SMA 3 Medan, dan tiga siswa dari SMA 7 Medan. Informasi ini menjadi basis tindak lanjut dinas dan sekolah.
Tindakan awal dan sanksi
Dinas Pendidikan menyampaikan langkah awal telah diambil melalui pihak sekolah. Siswa yang terbukti terlibat dikembalikan ke orang tua sebagai bentuk sanksi administratif.
Untuk siswa yang terlibat ini sudah kita kembalikan ke orang tuanya
Alexander menegaskan bahwa pengembalian ke keluarga adalah salah satu sanksi yang diterapkan bila keterlibatan terbukti. Sanksi tersebut ditempuh sambil menunggu proses hukum yang berjalan di aparat penegak hukum.
Upaya pencegahan dan pengawasan
Menurut Dinas Pendidikan, langkah pencegahan sudah dimulai melalui surat edaran yang melarang siswa terlibat kegiatan di luar sekolah, termasuk bergabung dengan organisasi yang terafiliasi tindak kriminalitas seperti geng motor.
Kami sudah buat pemetaan sekolah-sekolah mana saja yang rawan, rawan potensi
Lebih lanjut, dinas telah membuat pemetaan sekolah rawan dan berencana meningkatkan pengawasan dengan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang berpotensi.
Implikasi dan langkah ke depan
Kasus ini mendorong Dinas Pendidikan memperketat pengawasan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum serta orang tua siswa. Penegakan aturan sekolah dan sanksi disipliner dijadikan instrumen utama untuk mencegah pengulangan perbuatan.
Dinas juga menegaskan akan mempertahankan tindakan tegas bagi pelajar yang terbukti terlibat, termasuk pengembalian ke pihak keluarga, sambil mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
Upaya pencegahan yang lebih luas, termasuk pemantauan rutin dan kerja sama sekolah-orang tua-aparat, dinilai penting untuk meredam potensi keterlibatan pelajar dengan kelompok kriminal jalanan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wali Nanggroe Ajak Jaga Perdamaian Jelang Hari Damai Aceh ke-21
Wali Nanggroe mengajak masyarakat Aceh menjaga perdamaian dan persaudaraan menjelang Hari Damai Aceh ke-21 p...
Latihan Intensif Paskibra Lhoknga Jelang 17 Agustus 2026
Anggota Paskibra Kecamatan Lhoknga dari SMA Negeri 1 Lhoknga gelar latihan intensif menjelang HUT RI ke-81 p...
Desak Polda: Tetapkan 3 WNA sebagai Tersangka Kasus Scamming
Pengamat mendesak Dit Siber Polda Sumut menetapkan tiga WNA sebagai tersangka dalam kasus scamming di Aparte...
Bobby Nasution Lantik Timur Tumanggor sebagai Pj Sekda Sumut
Bobby Nasution melantik Timur Tumanggor sebagai Pj Sekda Sumut pada 14 Agustus dan memberi tiga arahan utama...
Mayat Pengemudi Taksi Ditemukan Kaki Terikat di Hamparan Perak
Seorang pengemudi taksi online ditemukan tewas dengan kaki terikat di kebun tebu Buluh Cina, Hamparan Perak....
Korban Keracunan MBG di Karo Naik Jadi 353 Siswa
Korban keracunan menu MBG di Kabupaten Karo naik menjadi 353 siswa; sampel dibawa ke lab provinsi dan penyel...