PDIP Setujui Dua Raperda: Ripparkab 2026–2030 dan KLA
Bojonegoro, 29 Juli 2026 — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro resmi menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah pada Rapat Paripurna, Rabu (29/7/2026). Keputusan itu mencakup Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (Ripparkab) 2026–2030 dan Raperda Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA). Fraksi menilai kedua regulasi penting untuk memperkuat payung hukum pembangunan pariwisata dan perlindungan anak.
Dua Raperda dan alasan persetujuan
Dalam paripurna, Juru Bicara Fraksi PDIP, Lasmiran, membacakan pandangan akhir fraksi dan menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPRD, pemerintah daerah, serta Panitia Khusus yang telah menyelesaikan pembahasan. Menurutnya, kedua raperda tersebut perlu segera memiliki kekuatan hukum agar implementasinya dapat berjalan terukur dan berdampak luas bagi masyarakat.
Pokok-pokok Ripparkab 2026–2030
Fraksi PDIP menegaskan Ripparkab harus menjadi acuan utama pembangunan pariwisata daerah. Dokumen itu perlu berlandaskan aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis agar tercipta kepastian hukum dan arah pembangunan yang berkelanjutan.
Empat pilar utama Ripparkab yang disoroti fraksi adalah:
- Pengembangan destinasi wisata;
- Pemasaran pariwisata;
- Penguatan industri pariwisata;
- Penataan kelembagaan.
Pemerintah daerah didorong menetapkan kawasan strategis pariwisata, destinasi unggulan, dan wilayah pengembangan baru yang selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penyusunan program diminta terstruktur mulai jangka pendek, menengah, hingga panjang, lengkap dengan indikator kinerja dan penanggung jawab.
Selain aspek pembangunan, Fraksi PDIP juga menekankan perlunya perlindungan lingkungan dan pelestarian budaya. Penanganan sampah, daya dukung lingkungan, pelestarian warisan budaya, serta adaptasi terhadap perubahan iklim harus menjadi bagian integral perencanaan.
Di sisi investasi, pemerintah diminta memberi kepastian hukum bagi investor tanpa mengorbankan perlindungan UMKM, kemitraan lokal, dan penyerapan tenaga kerja di kawasan wisata. Fraksi juga mendorong penerapan smart tourism melalui sistem informasi destinasi, promosi digital, dan penyediaan data statistik pariwisata yang akurat.
Raperda Kabupaten Layak Anak (KLA)
Untuk Raperda KLA, Fraksi PDIP menegaskan pemenuhan hak anak merupakan amanat konstitusi. Mereka merujuk pada Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 yang menuntut perlindungan bagi anak sebagai penerus bangsa.
Fraksi mendesak pemerintah kabupaten segera menyusun roadmap kesejahteraan anak yang terukur. Selain itu, penyediaan ruang publik dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ramah anak harus ditingkatkan sebagai sarana bermain dan belajar.
Langkah berikutnya dan harapan sosial
Setelah persetujuan fraksi, langkah selanjutnya adalah penyelesaian mekanisme pengesahan menjadi Perda sesuai tata kerja DPRD. Fraksi berharap implementasi aturan ini akan mempercepat pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan memperkuat jaminan perlindungan anak di Kabupaten Bojonegoro.
"Kami berharap, dengan ditetapkannya dua Perda ini, pembangunan pariwisata dan perlindungan anak di Bojonegoro dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat,"
Dengan adanya Perda, pemda diharapkan memiliki alat kebijakan yang jelas untuk merencanakan, membiayai, dan memantau program dalam jangka panjang. Evaluasi dan monitoring berkala juga dinilai perlu untuk memastikan tujuan Perda tercapai.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Inflasi Banyuwangi Terendah di Jatim, 2,69% per September 2026
Inflasi Banyuwangi tercatat 2,69% per September 2026, terendah di Jatim berkat kolaborasi TPID dan forum HLM...
Jalan Usaha Tani 200 m di Pasuruan Ditinjau, Permudah Akses Petani
Arifin meninjau pembangunan jalan usaha tani 200 m di Dusun Kedungturi, Pasuruan, sebagai upaya perbaikan ak...
Ketua DPRD Malang Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Urban Farming
Ketua DPRD Malang dorong KIK lebih bermanfaat, permudah perizinan seni, dan kembangkan urban farming untuk k...
Surabaya Usul Sumur Resapan untuk Kendalikan Banjir di Kampung
Ketua DPRD Surabaya usul sumur resapan untuk kendalikan banjir kampung, melengkapi bozem dan perbaikan drain...
Sumur Resapan Jadi Solusi Pengendalian Banjir di Surabaya
Ketua DPRD Surabaya usulkan sumur resapan dan bozem kecil sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan pada...
DPRD Jember Dorong Aturan Tertulis untuk Pengendalian Sound Horeg
DPRD Jember mendorong aturan tertulis untuk mengatur sound horeg setelah rapat dengan MUI, Polres, Pemkab, d...