PDI Perjuangan Menjawab Tuduhan 'Politik Dua Kaki'
PDI Perjuangan membantah tudingan menjalankan politik "dua kaki" dan menegaskan kompas partai tetap berpihak pada rakyat. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang kader DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban, yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, menyusul maraknya narasi yang memelintir posisi partai dalam dinamika politik nasional.
Demokrasi bukan soal hitam-putih
Partai menilai tudingan itu merupakan penyederhanaan berbahaya terhadap praktik demokrasi. Mereka menekankan bahwa politik tidak melulu soal memilih mendukung atau menolak secara absolut.
Dalam penjelasannya disebutkan bahwa demokrasi sehat menuntut objektivitas dan kedewasaan berpikir. Kritik dan apresiasi bisa berjalan bersamaan, selama didasarkan pada data dan fakta.
"Demokrasi membutuhkan ruang dialog, bukan ruang dikotomi."
— Pernyataan kader PDI Perjuangan dari Tuban
Tolok ukur: keadilan dan kesejahteraan rakyat
PDI Perjuangan menegaskan standar penilaian kebijakan partai tidak berubah. Ukuran utama adalah apakah sebuah kebijakan meningkatkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
Beberapa pertanyaan yang menjadi acuan partai adalah: apakah kebijakan memperkuat ekonomi rakyat kecil, membuka lapangan kerja, dan menjaga konstitusi serta demokrasi? Jika jawabannya ya, partai akan memberi dukungan; jika tidak, kritik akan disampaikan secara terbuka.
Bahaya memberi stigma politik
Partai memperingatkan dampak negatif dari labelisasi politik yang berlebihan. Istilah "dua kaki" disebut sebagai contoh penyederhanaan yang menyesatkan dan mengaburkan substansi kebijakan.
"Memberi stigma itu mudah. Cukup lempar label di media sosial. Tapi menjawab substansi jauh lebih sulit."
— Pernyataan kader PDI Perjuangan dari Tuban
PDI Perjuangan menekankan pentingnya fungsi kontrol dalam demokrasi untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Mengawasi dan mengoreksi bukanlah penghalang, melainkan bagian dari pilar demokrasi yang sehat.
Satu kompas: Pancasila, UUD 1945, dan rakyat
Partai menegaskan tidak mencari kenyamanan politik maupun posisi semata. Tujuan utama adalah bertindak berdasarkan kepentingan bangsa dan negara serta bukti yang jelas.
"Bagi PDI Perjuangan, kompas kami hanya satu. Bukan dua kaki. Yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan kepentingan rakyat Indonesia."
— Pernyataan kader PDI Perjuangan dari Tuban
Dengan posisi itu, partai menyerukan agar publik menilai kerja nyata dibandingkan retorika. Dampaknya, perdebatan politik diharapkan bergeser dari adu label menuju adu gagasan yang konstruktif.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Terbaik KTR Jatim 2026
Banyuwangi meraih dua penghargaan Terbaik 1 Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Jatim 2026 untuk Marina Boom da...
Siraman Gong Kyai Pradah di Lodoyo: Tradisi dan Peluang UMKM
Ribuan warga menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah di Lodoyo, Blitar; tradisi dilestarikan dan didorong menja...
Evi Dwitasari Serap Aspirasi Kradenan dan Tekankan Prioritas Infrastruktur
Evi Dwitasari serap aspirasi warga Kradenan (27/8/2026) dan tegaskan prioritas infrastruktur karena pemotong...
Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Perusakan ODCB di Jember
Setio Hadi melaporkan dugaan perusakan ODCB Gumuk Lumpang ke Polres Jember pada 27 Agustus 2026; laporan dis...
Novita Hardini Akan Suarakan Kekhawatiran UMKM soal KDMP di Senayan
Novita Hardini akan membawa keluhan pelaku UMKM Ngawi soal KDMP ke Senayan dan meminta audit agar produk lok...
PO Lumajang 99 Tahun: Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Warga PO Lumajang menggelar tabur bunga dan doa bersama di Makam Pahlawan, 27 Agustus 2026, memperingati 99...