PCNU Banda Aceh Resmi Dilantik untuk Masa Khidmat 2025–2030
Banda Aceh — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh resmi dikukuhkan untuk masa khidmat 2025–2030 dalam prosesi pelantikan yang digelar pada Jumat malam, 24 Juli. Acara yang berlangsung sekitar pukul 21.00–22.00 WIB ini diadakan di ibu kota Provinsi Aceh dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, serta pengurus NU dari berbagai tingkatan.
Prosesi pelantikan dan peserta
Rangkaian pelantikan berjalan khidmat dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan Shalawat Badar. Seluruh hadirin menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Hubbul Wathan sebelum dilanjutkan dengan laporan panitia dan pembacaan Surat Keputusan pengukuhan.
Acara dipimpin langsung oleh Rais Syuriah PWNU Aceh, Waled H. Nuruzzahri Yahya. Hadir menyaksikan antara lain Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala BPKS Sabang Iskandar Zulkarnaen, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Drs. H. Azhari, M.Si.
Susunan pengurus yang dilantik
Susunan pengurus yang dikukuhkan dirancang untuk meningkatkan responsivitas dan profesionalisme organisasi dalam pelayanan keagamaan dan sosial. Pengurus inti terdiri atas:
- Rais Syuriah: Tgk. Sulaiman Qari, S.Sos.I M.AP
- Ketua Tanfidziyah: Abati Onliansyah, BA MA
- Katib Syuriah: Tgk. Ismi Amran, S.Pd M.Si
- Sekretaris: Tgk. Jufri, S.PdI
- Bendahara: Tgk. Ahmad Ikbar, SH
Prioritas kerja dan pesan tokoh
Ketua Tanfidziyah terpilih, Abati Onliansyah, menegaskan bahwa prioritas kepengurusan baru adalah memperkuat konsolidasi organisasi, menegakkan pengamalan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta memperluas peran NU di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Wali Kota Banda Aceh meminta sinergi antara pemerintah dan NU terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat yang religius dan sejahtera. Sementara itu, pimpinan PWNU Aceh dan perwakilan PBNU mengingatkan agar pengurus menjaga persatuan, tetap adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tidak mengorbankan prinsip keislaman serta kebangsaan.
Penutup dan langkah ke depan
Acara ditutup dengan khutbah iftitah, doa, dan foto bersama sebagai simbol dimulainya masa pengabdian baru. Pelantikan ini menjadi titik awal bagi kepengurusan PCNU Kota Banda Aceh untuk memperkuat peran organisasi dalam pelayanan umat dan kontribusi sosial di tingkat kota dan provinsi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
SMI Desak Investigasi Independen atas Dugaan Penyadapan LIMS
SMI mendesak investigasi independen atas dugaan penyadapan melalui LIMS yang menyeret mantan Kapolri dan dua...
Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pengedar Sabu di Pinggir Jati
Tim Opsnal Polsek Kualuh Hulu menangkap Angga (40) terduga pengedar sabu di Pinggir Jati, Labuhanbatu Utara....
KNPI Kecam Oknum yang Catut Nama Bupati dalam Pungli Rp18 Juta
Ketua KNPI Padanglawas kecam oknum ZA yang diduga mencatut nama bupati untuk memungut Rp18 juta terkait prog...
Tapanuli Utara Luncurkan One Day Service untuk Akta Kelahiran
Pemkab Tapanuli Utara meluncurkan One Day Service: bayi lahir di Puskesmas langsung dapat akta, KK terbaru,...
Pemkab Nias Selatan Gelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello
Pemkab Nias Selatan menggelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello untuk memperkuat tata kelola, pengelolaan ke...
Warga Minta RDP Komisi III soal Pengelolaan 47.000 Ha Eks Torganda
Forum Masyarakat Mitra Torganda minta RDP Komisi III soal pengelolaan 47.000 ha eks Torganda dan pemulihan h...