Ekonomi

Pertamina Jaga Keandalan Pasokan Energi Jatim Balinus

Bagikan:
Terminal BBM Sanggaran di pesisir Bali dengan tangki dan dermaga

Komisaris Utama PT Pertamina, Mochamad Iriawan, menyelesaikan kunjungan tujuh hari ke Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara pada 14 Juni 2026 untuk memastikan keandalan pasokan energi menjelang musim liburan di gerbang pariwisata nasional. Kunjungan ini meninjau terminal bahan bakar, fasilitas aviasi, dan kesiapsiagaan operasional demi menjaga kelancaran distribusi dan perlindungan lingkungan.

Kunjungan kerja dan tujuan pengawasan

Rangkaian kunjungan dimulai dengan peluncuran kapal Autonomous Trash Skimmer di Pantai Sekeh, Bali, lalu berlanjut ke Aviation Fuel Terminal (AFT) dan Fuel Terminal di Labuan Bajo. Tim juga meninjau AFT El Tari, FT Tenau Kupang, dan AFT Ngurah Rai sebelum menutup rangkaian di FT Sanggaran, Bali.

Tujuan utama pengawasan adalah mengecek kesiapan pasokan menjelang lonjakan permintaan wisatawan. Selain itu, inspeksi menyasar kondisi infrastruktur, kelaikan armada tangki, dan prosedur darurat.

Fokus keselamatan dan lingkungan

Di FT Sanggaran, Iriawan menegaskan bahwa terminal itu merupakan aset strategis nasional yang menopang ketahanan energi Bali. Lokasi pesisir dan kedekatannya dengan permukiman menuntut penerapan standar keselamatan tanpa toleransi.

"Terminal BBM Sanggaran merupakan aset strategis nasional yang menjadi tulang punggung ketahanan energi Bali. Keandalan pasokan harus dijaga karena setiap gangguan tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah," ujar Iriawan, Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menekankan prioritas pada aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dan menuntut manajemen regional menerapkan kesiapsiagaan darurat secara konsisten.

Tanggap terhadap insiden dan investasi infrastruktur

Iriawan meminta pembelajaran dari dugaan kebocoran pipa yang berdampak pada ekosistem mangrove. Ia menilai setiap insiden wajib mendorong perbaikan sistem dan penguatan manajemen risiko.

"Dugaan kebocoran pipa yang berdampak pada ekosistem mangrove harus menjadi pembelajaran strategis bagi seluruh Pertamina Group. Setiap kejadian harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem, meningkatkan manajemen risiko, dan membangun budaya pencegahan yang lebih kuat," ujarnya.

Pengelolaan aset dinilai harus mengutamakan investasi pada integritas infrastruktur, mulai dermaga hingga tangki penyimpanan, serta penerapan teknologi pintar untuk deteksi dini potensi kegagalan.

Penguatan rantai pasok dan pengawasan armada

Salah satu penekanan lain adalah perketat kelaikan armada mobil tangki untuk menjaga keamanan distribusi hingga konsumen. Iriawan meminta penerapan teknologi pengisian yang mampu mendeteksi anomali secara real time.

Menurutnya, penguatan integritas aset dan budaya pencegahan akan menjadi fondasi menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional.

Dengan langkah tersebut, perusahaan menargetkan layanan pasokan bahan bakar yang andal dan berkelanjutan selama puncak musim wisata, sekaligus mengurangi potensi gangguan yang berdampak luas pada ekonomi daerah.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait