KAI Services Gagalkan Pencurian Kabel Grounding di Stasiun Cawang
Petugas satuan keamanan KAI Services menggagalkan aksi pencurian kabel grounding LRT Jabodebek di Stasiun Cawang pada Rabu, 12 Agustus 2026. Satu terduga pelaku berhasil ditangkap di lokasi setelah gerak-geriknya terpantau melalui kamera pengawas.
Pengungkapan dan penangkapan
Aksi percobaan pencurian terdeteksi oleh tim yang sedang memantau CCTV. Petugas melihat bagian kabel grounding yang sudah terputus bergerak, seolah ditarik dari arah luar, sehingga segera mengecek ke area mezanin.
Hendro Febrianto, petugas satuan keamanan yang menerima laporan awal, menyisir area dan menemukan pelaku bersembunyi di balik struktur peron 3. Petugas kemudian berkoordinasi untuk menangkap tersangka.
Ketika mendapatkan informasi tersebut, saya segera melakukan pengecekan ke area mezanin dan mendapati seorang pelaku sedang bersembunyi di balik u shape peron 3. Saya segera berkoordinasi dengan petugas lain yang saat itu bertugas untuk menangkap pelaku.
Proses hukum dan penyerahan ke polisi
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendriwintoko, menyatakan tersangka diamankan untuk interogasi di Stasiun Cawang sebelum diserahkan ke kepolisian. Penyerahan ke Polres Metro Jakarta Timur berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, untuk proses hukum lebih lanjut.
Pelaku yang tertangkap tangan langsung diamankan dan dibawa ke Stasiun Cawang untuk dilakukan interogasi. Selanjutnya, petugas menyerahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kenapa kabel grounding penting
Kabel grounding adalah komponen krusial sistem proteksi kelistrikan fasilitas LRT. Fungsi utamanya adalah menyalurkan arus gangguan ke tanah untuk melindungi perangkat dan keselamatan penumpang serta petugas operasional.
Gangguan atau pencurian kabel ini berpotensi menyebabkan gangguan operasional dan risiko keselamatan, sehingga pencegahan menjadi prioritas utama bagi tim keamanan.
Penghargaan untuk petugas
Ixfan juga memberi apresiasi atas respons cepat tim di lapangan. Menurutnya, kesigapan petugas menjadi faktor penentu keberhasilan menggagalkan aksi dan mengamankan aset operasional.
Nama-nama personel yang turut berjaga dan mendapat apresiasi adalah:
- Hendro Febrianto
- M. Anugrah Zafran
- Syahrizal
Kesigapan tim menjadi bentuk upaya menjaga aset perusahaan sekaligus memastikan keselamatan & keandalan operasional LRT Jabodebek.
Langkah cepat penanganan ini membantu memastikan pelayanan LRT Jabodebek tetap andal dan menurunkan potensi gangguan layanan. Pihak kepolisian kini melanjutkan proses sesuai aturan yang berlaku, sementara KAI Services meningkatkan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...