Papua Raya ke Soekarno Cup: Skuad U-17 Tempuh 6 Jam ke Surabaya
SURABAYA — Tim Papua Raya menempuh perjalanan udara sekitar enam jam, termasuk transit di Makassar, untuk bisa tampil di Soekarno Cup 2026 di Surabaya. Mayoritas pemain yang diberangkatkan berusia di bawah 17 tahun (U-17), dan manajemen menegaskan tujuan utama mereka adalah pembinaan, bukan sekadar mengejar kemenangan instan.
Perjalanan dan kesan pertama di Surabaya
Rombongan mendarat di Surabaya beberapa hari sebelum laga pembuka. Manajer tim, Mukri Hamadi, mengatakan banyak pemain muda terkesan dengan kebersihan dan tata kota setempat.
“Untuk suasana kotanya mereka sangat puas, mereka menikmati. Ini menunjukkan Pemda Surabaya luar biasa,”
Mukri menyebut pengalaman ini penting untuk memperkaya wawasan pemain yang sebagian besar baru pertama kali melakukan perjalanan jauh untuk turnamen berskala nasional.
Fokus pada pembinaan, bukan hasil instan
Manajemen Papua Raya menempatkan pembinaan sebagai prioritas. Tim memfokuskan persiapan pada pengembangan kemampuan individu dan kolektif selama sesi latihan di Papua.
“Prioritas kita sebenarnya pada usia 17 ini adalah keinginan pemain tampil mengeluarkan talenta terbaik mereka. Kami yakin upaya tidak akan mengkhianati hasil,”
Mukri menekankan bahwa prestasi merupakan buah dari proses yang dijalani konsisten, sehingga tekanan untuk menang besar pada usia pembinaan dikurangi agar pemain dapat tampil lepas.
Identitas dan semangat tim
Skuad yang dikenal sebagai "Banteng Papua Raya" membawa pesan kebersamaan lewat tagline “Satu Hati, Satu Arah”. Tagline ini menjadi pedoman moral selama kompetisi, menegaskan persatuan demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Jersey tim menggabungkan warna merah dan hitam yang identik dengan kebesaran klub lokal, dilengkapi ornamen ukiran khas Papua Selatan sebagai simbol budaya dan kebanggaan daerah.
Ambisi jangka panjang
Mukri berharap keikutsertaan di Soekarno Cup menjadi wahana lahirnya pemain-pemain yang kelak memperkuat tim nasional. Dukungan dari masyarakat Papua disebutnya menjadi sumber motivasi tambahan bagi skuad untuk tampil maksimal.
Meski menempuh perjalanan jauh, semangat skuad U-17 Papua Raya tetap tinggi. Mereka dijadwalkan memulai pertandingan pada 11 Agustus, dan siap menunjukkan talenta yang telah diasah di tanah kelahiran.
Perjalanan panjang dan tujuan pembinaan membuat kiprah Papua Raya di turnamen ini layak menjadi sorotan pengamat sepak bola nasional.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...