Gerakan Pangan Murah Aceh Besar, Paket Subsidi Rp215.000
KOTA JANTHO — Ratusan warga memadati halaman Kantor Camat Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (8/7), mengikuti Gerakan Pangan Murah untuk memperoleh paket kebutuhan pokok bersubsidi. Kegiatan digelar guna menstabilkan harga pangan dan meringankan beban rumah tangga di tengah fluktuasi harga pasar.
Pelaksanaan dan peserta
Sejak dibuka pukul 09.00 WIB, warga terlihat antusias mengantre. Program ini merupakan kolaborasi Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh Besar.
Secara simbolis acara dihadiri Sekretaris Camat Simpang Tiga, Mirza Fahlevi, SE, dan Wakapolsek Simpang Tiga, Aiptu Mukhtar. Kegiatan memilih Kecamatan Simpang Tiga sebagai lokasi untuk menjangkau masyarakat setempat.
Isi paket dan harga
Koordinator Lapangan Dinas Pangan Aceh Besar, Nurbayani SP MP, menyampaikan bahwa pada pelaksanaan kali ini disediakan 300 paket bersubsidi untuk warga Kecamatan Simpang Tiga. Setiap paket dijual seharga Rp215.000 dan berisi kebutuhan pokok berikut:
- 1 papan telur
- Beras 5 kg
- Minyak goreng 2 kg
- Gula pasir 2 kg
- Cabai merah 0,5 kg
- Bawang merah 0,5 kg
Nurbayani menjelaskan subsidi yang diberikan bertujuan meringankan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga keterjangkauan harga bahan pangan di tingkat masyarakat.
Respons pejabat dan masyarakat
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas kepercayaan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Simpang Tiga. Program ini sangat membantu masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,"
kata Mirza Fahlevi.
Warga Gampong Batee Linteng, Juariah, mengatakan program sangat membantu karena harga paket jauh lebih murah dibanding membeli terpisah di pasar. Ia berharap program digelar lebih sering sehingga manfaatnya semakin terasa.
"Alhamdulillah, program ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Selisih harganya cukup terasa, sehingga uang yang ada bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,"
Sikap senada disampaikan Maneh dari Gampong Krueng Mak yang menilai kegiatan ini solusi tepat di tengah naik turunnya harga bahan pokok.
"Kami merasa senang karena pemerintah hadir membantu masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, kami bisa membeli kebutuhan pokok tanpa terlalu terbebani,"
Konteks dan prospek
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mendukung pengendalian inflasi serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Selain membantu daya beli, program ini juga berfungsi sebagai intervensi langsung saat harga pasar mengalami tekanan.
Ke depan, keberlanjutan program dan perluasan jangkauan menjadi kunci agar lebih banyak rumah tangga dapat merasakan manfaatnya, sekaligus memperkuat upaya stabilisasi harga di tingkat daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ketua TP PKK Aceh Silaturahmi dengan IMA Makassar
Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir melakukan silaturahmi dengan IMA Makassar pada 8 Juli untuk memperkuat keb...
Koperasi Ambil Alih 4.773,90 Ha Lahan PT CSIL di Asahan
Koperasi Bintang Tani menguasai 4.773,90 ha lahan PT CSIL di Asahan sebagai tindak lanjut putusan MA; perusa...
Kapolda Sumut Whisnu Hermawan: Jaga Keamanan, Tekan Peredaran Narkoba
Irjen Pol Whisnu Hermawan pimpin operasi besar tekan narkoba dan perkuat hubungan dengan masyarakat Sumut se...
Medan: Dua Mahasiswa Ditangkap Jual Ganja, KPK Geledah Langkat
Polrestabes Medan menangkap dua mahasiswa penjual ganja; KPK menggeledah sejumlah kantor di Langkat pada 8 J...
Adolina FC Menang Tipis 5-4 atas Korpri Dambaan di Perbaungan
Adolina FC menekuk Korpri Dambaan 5-4 dalam laga persahabatan 7 Juli di Lapangan Batang Terap; Wakil Bupati...
Pemangku Ulayat: Dengarkan Perempuan Dairi, Jangan Jadi Alat Kampanye
Pemangku Hak Ulayat dan tokoh perempuan Dairi minta klaim dampak investasi diuji lapangan dan suara perempua...