PDI Perjuangan Jember: Pancasila Harus Hadir dalam Tindakan Nyata
JEMBER — Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan. Pernyataan itu disampaikan saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026, di Karangmluwuh, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Ia mengingatkan kader partai untuk turun ke lapangan dan memberi teladan dalam menyelesaikan persoalan warga.
Pesan inti: praktik, bukan retorika
Widarto mengkritik maraknya diskusi dan seminar tentang Pancasila yang menurutnya belum diikuti oleh praktik di masyarakat. Ia menekankan bahwa keteladanan harus terlihat dalam tindakan sehari-hari. Menurutnya, rakyat tidak lagi membutuhkan jargon kosong, melainkan bukti nyata.
Ruang diskusi dibuka di mana-mana, ruang-ruang seminar dibuka di mana-mana, tapi menjadi teladan mempraktikkan dalam keteladanan sangat minim hari ini.
Penegasan tentang makna Pancasila
Widarto mengingatkan kembali gagasan Bung Karno tentang Ekasila, yang menempatkan gotong royong sebagai inti Pancasila. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai itu harus diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat. Implementasi menjadi ukuran keberpihakan politik kepada rakyat.
Pancasila harus hadir dalam kerja-kerja nyata. Bukan sekadar dibicarakan, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan pengabdian kepada masyarakat.
Fokus aksi: pengelolaan sampah dan kehadiran di lingkungan
Dalam arahannya, Widarto menyebut pengelolaan sampah sebagai salah satu persoalan yang butuh perhatian segera. Ia meminta kader untuk lebih dekat dengan warga dan menjadi bagian solusi. Partai politik, katanya, tidak boleh menjauh dari masalah yang dihadapi masyarakat.
Partai tidak boleh feodal dan tidak boleh hanya membebankan persoalan kepada masyarakat. Kita harus memberikan teladan terlebih dahulu.
Komitmen kader dan pesan penutup
DPC PDI Perjuangan Jember berkomitmen mengarahkan kader turun langsung ke lapangan. Langkah ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa partai hadir sebagai pelaku perubahan, bukan hanya pemberi kritik dari jauh. Widarto menutup arahannya dengan seruan agar kader tidak terjebak pada pencitraan semata.
Rakyat tidak lagi percaya pada jargon kosong dan membutuhkan praktik politik yang hadir nyata di lapangan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Karangmluwuh berlangsung sederhana namun digunakan untuk menguatkan semangat gotong royong, keteladanan, dan pengabdian. Momentum itu dijadikan pijakan untuk mendorong penerapan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Sosial ke 2.000 Pekerja dan UMKM
PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket kepada 2.000 pekerja informal dan pelaku UMKM di Banyuwangi pada 19-...