Pagelaran Seni Hari Jadi Labuhanbatu ke-81 dan Pelantikan Adat
Merajut Keberagaman, Memperkokoh Kebersamaan, Menuju Labuhanbatu Cerdas Bersinar
RANTAUPRAPAT – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar Malam Pagelaran Seni dan Budaya pada rangkaian Hari Jadi ke-81, Minggu malam (18/10/2026) di Ex Terminal Padang Bulan, Rantauprapat. Acara menampilkan pagelaran seni antar-etnis sekaligus menjadi momen pelantikan kepengurusan Perhimpunan Lembaga Adat dan Budaya Kabupaten Labuhanbatu masa bakti 2026–2031.
Pelantikan Perhimpunan dan Pesan Bupati
Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG M.KM, menyambut hangat terbentuknya kepengurusan yang mewadahi 12 etnis di daerah itu. Menurutnya, pembentukan organisasi ini penting untuk merawat identitas daerah dan meneruskan tradisi ke generasi berikutnya.
"Pelantikan ini bukan sekadar seremonial atau pergantian kepengurusan semata, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, serta mewariskan kekayaan adat dan budaya kepada generasi penerus,"
Bupati juga mengingatkan bahwa perhimpunan harus menjadi rumah bersama bagi semua etnis. Ia menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bersama di atas pribadi atau golongan untuk memperkokoh persatuan.
Dukungan Pemerintah dan Pengembangan Ekonomi Kreatif
Pemerintah Kabupaten menyatakan komitmen mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya lokal. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
"Budaya kita bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi hidup yang harus terus kita rawat dan hidupkan,"
Komitmen itu mencakup fasilitasi kegiatan seni, pemberdayaan pelaku kreatif, serta dukungan promosi kebudayaan di tingkat lokal dan regional.
Pagelaran Seni dan Kehadiran Tokoh
Malam pagelaran menampilkan pertunjukan dari pelaku seni lokal serta anak-anak Labuhanbatu. Pertunjukan yang memadukan unsur budaya antar-etnis menyedot perhatian ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Acara dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Hadir antara lain:
- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)
- Sekretaris Daerah, Staf Ahli, serta Asisten Sekdakab
- Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
- Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan
- Tokoh adat, tokoh masyarakat, dan perwakilan etnis serta agama
Suasana acara berlangsung khidmat dan meriah hingga penutupan. Pertunjukan budaya yang berpadu antaretnis dinilai berhasil memperkuat kebanggaan lokal sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian tradisi.
Dengan terbentuknya kepengurusan perhimpunan adat dan perhatian pemerintah terhadap ekonomi kreatif, Labuhanbatu menempatkan budaya sebagai salah satu pilar pembangunan daerah ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Orangutan Sumatera Dipulangkan dari India ke Kualanamu
Orangutan Sumatera hasil repatriasi dari India tiba di Bandara Kualanamu dan dibawa ke SRA Langkat untuk men...
AKDA Desak Polda Sumut Periksa Ketua YPDA soal Penahanan Ijazah
AKDA mendesak Polda Sumut periksa Ketua Pembina YPDA, Richard Pardede, terkait dugaan penahanan ijazah 11 ma...
Longsor Tutupi Jalan Banda Aceh–Medan di Seulimum, Aceh Besar
Longsor di Jawie, Seulimum menutup setengah badan Jalan Banda Aceh–Medan pada Senin (19/10); BPBD Aceh Besar...
Peluncuran Ruang Ayah di Banda Aceh, 100 Ayah Ikut Serta
Ruang Ayah diluncurkan di Banda Aceh 18 Oktober 2026, diikuti 100 ayah; inisiatif ini dorong peran ayah dala...
Longsor Tutup Jalinsum Batu Jomba Sipirok, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Longsor menutup Jalinsum di Batu Jomba Sipirok (18/10), memaksa pengalihan arus dan penggunaan jalur alterna...
Polres Pematangsiantar Gelar KRYD Tiga Pilar untuk Redam Geng Motor
Polres Pematangsiantar menggelar KRYD tiga pilar pada 18 Oktober untuk menekan geng motor, balap liar, knalp...