Perwira AS Ikuti Jejak Ibu di Pacific Partnership 2026 di Sibolga
SIBOLGA — Letnan Angkatan Laut Amerika Serikat MacSwayne Muralt menjadi perwira penanggung jawab Pacific Partnership 2026 saat persinggahan misi di Indonesia pada 21-31 Juli 2026. Kehadirannya berkesan karena ia mengikuti jejak ibunya yang pernah bertugas dalam misi bantuan serupa setelah tsunami Boxing Day 2004. Muralt memimpin tim yang menjalankan program kemitraan, pelayanan kesehatan, lokakarya manajemen bencana, dan renovasi konstruksi di Sumatera Utara.
Jejak keluarga dan makna sejarah
Ibu Muralt, Dina Muralt, adalah perempuan asal Medan yang pernah bertugas di atas kapal rumah sakit USNS Mercy sebagai penerjemah saat respons awal terhadap tsunami pada akhir 2004. Pada waktu itu Dina berstatus perwira di Korps Insinyur Sipil Angkatan Laut AS dan dipilih sebagai personel tambahan dalam penanganan darurat.
"Ada rasa bangga tersendiri dalam diri saya saat mengetahui bahwa saya mengikuti jejak (ibu saya)," ujar Muralt.
Peran Muralt dalam pelaksanaan misi
Sebagai officer in charge untuk persinggahan di Indonesia, Muralt bertanggung jawab mengidentifikasi kebutuhan personel dan memastikan setiap tim dapat menjalankan agenda. Ia mengoordinasikan pengiriman tim inti dan penyediaan fasilitas yang diperlukan selama pelaksanaan kegiatan.
"Sebagai perwira penanggung jawab di negara tujuan (country OIC), saya bertanggung jawab penuh untuk mendatangkan tim inti misi ke sini dan memastikan mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan seluruh agenda kegiatan," jelas Muralt.
Tim yang dikoordinasikan Muralt mencakup berbagai disiplin untuk menjangkau kebutuhan komunitas lokal dan peningkatan kapasitas.
- Program kemitraan dengan negara tuan rumah dan kunjungan ke sekolah
- Pelayanan kesehatan masyarakat dan bantuan medis di fasilitas lokal
- Lokakarya manajemen bencana untuk petugas tanggap darurat
- Proyek renovasi konstruksi untuk fasilitas publik di Sumatera Utara
Latar misi dan konteks bencana
Tsunami Boxing Day 2004 yang berawal dari gempa besar lepas pantai Sumatera Utara menjadi titik awal respons USNS Mercy, yang kemudian menjadi kerangka dasar lahirnya Pacific Partnership. Muralt menyebut perannya saat ini sebagai momen full-circle, terutama karena bertepatan dengan peringatan 20 tahun misi dan setelah bencana siklon tropis yang melanda beberapa provinsi pada November 2025.
"Ini sebuah kebetulan yang begitu bermakna, seolah membawa semuanya kembali ke titik awal (full-circle moment)," ungkap Muralt.
Tujuan dan harapan pasca-misi
Misi Pacific Partnership dirancang untuk memperkuat kapasitas kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di setiap negara peserta. Kegiatan di Sibolga bertujuan memberdayakan kemampuan lokal, meningkatkan kesiapan regional, dan meninggalkan peningkatan infrastruktur serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat terjadi krisis di masa depan.
Dengan kombinasi dukungan teknis, pelatihan, dan layanan medis, penyelenggara berharap dampak jangka panjang berupa kapasitas tanggap darurat yang lebih kuat di Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...