Lokal

Kecelakaan Turun 30% di Hari ke-11 Operasi Patuh Toba Simalungun

Bagikan:
Personel Satlantas sosialisasi Operasi Patuh Toba di KEK Sei Mangkei

Simalungun, 5 November 2026 — Operasi Patuh Toba 2026 yang digelar Satlantas Polres Simalungun memasuki hari ke-11 dengan capaian menonjol: angka kecelakaan lalu lintas turun sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan Kasat Lantas AKP Friska Susana Suardi saat pertemuan koordinasi dan pelatihan keselamatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Pelaksanaan kegiatan di KEK Sei Mangkei

Kegiatan berlangsung di gedung PT Aice Sumatera Industry mulai pukul 15.00 WIB dan dihadiri karyawan serta perwakilan perusahaan. AKP Friska memberikan arahan mengenai kepatuhan berlalu lintas serta pelatihan safety riding dan safety driving.

Dia didampingi personel Satlantas antara lain Ipda Ganda Damanik, Ipda Andri Asih Saragih, dan Brigadir Trihadi Syahputra yang ikut memberi materi praktis kepada peserta.

Rangkaian sosialisasi dan kampanye keselamatan

Selama operasi, Satlantas melaksanakan berbagai kegiatan publikasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan. Program yang dijalankan meliputi:

  • Penyuluhan melalui Radio CAS FM;
  • Program Goes to School untuk pelajar;
  • Sosialisasi bagi pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum;
  • Kampanye penggunaan helm SNI dengan pembagian helm gratis, cokelat, dan bunga.

Penindakan yang mengedepankan edukasi

AKP Friska menegaskan pendekatan operasi lebih mengutamakan teguran dan edukasi dibandingkan penindakan semata. Pemeriksaan visual kendaraan intensif dilakukan di jalur rawan kecelakaan, khususnya lintas Sumatera Utara ruas Siantar–Parapat.

Petugas juga melakukan survei kondisi rambu, marka, penerangan, genangan, dan lubang jalan. Rambu sementara dan plang imbauan dipasang, sementara personel ditempatkan di titik rawan (black spot) untuk pengaturan, penjagaan, dan patroli pada jam-jam rawan.

Target dan pengukuran keberhasilan

Tujuan operasi adalah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat sehingga tercapai Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas). AKP Friska menjelaskan bahwa keberhasilan tidak diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, melainkan dari perubahan perilaku pengguna jalan.

"Keberhasilan diukur dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk patuh aturan, memakai perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lain," ungkap AKP Friska Susana.

Ajakan dan komitmen lanjutan

Satlantas mengajak pengendara untuk selalu memakai helm SNI, menggunakan sabuk keselamatan, dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Larangan berkendara dalam pengaruh alkohol serta melawan arus juga ditekankan.

"Harapan kami, masyarakat semakin disiplin dan sadar bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama," tambah AKP Friska Susana.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk layanan Polri yang humanis dan berintegritas.

"Ini wujud Polisi bersama masyarakat, yang melindungi, mengayomi, dan melayani," ujar AKP Verry Purba.

Satlantas Polres Simalungun menyatakan akan terus mengedepankan langkah edukatif, preventif, dan persuasif, serta penegakan hukum profesional terhadap pelanggaran yang membahayakan. Operasi diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan dan memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait