Lokal

Normalisasi Sungai Jadi Prioritas untuk Antisipasi Banjir Aceh

Bagikan:
Staf Khusus Gubernur Aceh meninjau lokasi terdampak banjir

Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Hasan Riza, meminta pemerintah pusat memprioritaskan normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi munculnya banjir susulan di Aceh. Permintaan disampaikan melalui siaran pers, Rabu (28/10), menjelang musim hujan akhir tahun yang diperkirakan menambah curah hujan.

Permintaan prioritas normalisasi

Faisal mengatakan persoalan sungai menjadi perhatian utama dalam upaya penanggulangan banjir di provinsi itu. Menurutnya, perbaikan dan normalisasi perlu segera dilakukan agar aliran air lancar dan risiko luapan berkurang saat hujan deras.

“Langkah ini penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih mengalami trauma akibat bencana banjir pada 26 November 2025 lalu.”

Ia juga menyebut arahan dari Gubernur Aceh agar komunikasi dengan pusat dan Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi difokuskan pada pekerjaan di sungai-sungai kritis.

“Berdasarkan arahan Gubernur Aceh, dalam mewaspadai potensi banjir susulan, kami berharap pemerintah di Jakarta dan Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, dapat memprioritaskan normalisasi sungai.”

Kondisi masyarakat dan peran relawan

Faisal mengungkapkan banyak warga di Aceh masih berproses pulih dari dampak banjir sebelumnya. Sebagian kehilangan harta, rumah, bahkan anggota keluarga. Trauma dan kekhawatiran masih dirasakan, terlebih beberapa kabupaten/kota sudah mengalami genangan saat hujan turun.

Ia menambahkan bahwa tim relawan yang dipimpinnya aktif di lapangan. Tim pernah mendampingi warga selama empat bulan 24 hari di daerah-daerah yang sempat terisolasi. Saat ini mereka kembali berada di pedalaman Aceh Timur untuk memantau situasi dan memberi dukungan.

“Kami terus menyampaikan salam dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur Aceh kepada masyarakat. Kami ingin memastikan warga mengetahui bahwa pimpinan Aceh tetap bersama rakyat dalam kondisi apa pun.”

Upaya koordinasi dan langkah lanjutan

Faisal meminta Pemerintah Aceh, khususnya Wakil Gubernur dan Penjabat Sekretaris Daerah, mengawal proses normalisasi dan memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan efektif. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini agar masyarakat tidak terus diliputi kecemasan saat hujan deras.

Untuk itu, ia mendorong beberapa langkah prioritas:

  • Percepatan normalisasi sungai di titik-titik rawan luapan.
  • Peningkatan komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
  • Pemberian dukungan logistik dan moral kepada masyarakat terdampak oleh relawan.

“Saat ini yang paling penting adalah membangun komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh serta mengambil langkah nyata di lapangan. Masyarakat membutuhkan kepastian, perlindungan, dan rasa aman agar tidak terus dibayangi kekhawatiran terhadap banjir susulan.”

Upaya normalisasi sungai dinilai krusial untuk meredam potensi bencana hidrometeorologis di musim hujan. Keberhasilan langkah ini bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan peran aktif relawan serta masyarakat setempat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait