Lokal

Rico Waas: Pemuda Harus Patriotik, Gigih, Berempati

Bagikan:
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kantor Wali Kota Medan

Medan, 28 Oktober — Wali Kota Medan Rico Waas meminta generasi muda menjadikan patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai karakter utama dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045. Pernyataan itu disampaikan saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (28/10). Selain pidato, Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga memberi penghargaan kecamatan berprestasi dan menyerahkan peralatan tanggap bencana.

Pesan moral untuk pemuda

Rico menekankan bahwa semangat hari bersejarah itu harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Menurutnya, semangat saja tidak cukup; karakter, ketekunan, dan kepedulian sosial harus tampak dalam kehidupan sehari-hari para pemuda.

“Dari tema tadi, patriotik, gigih, dan empati, seharusnya sudah banyak hal untuk pemuda kita. Anak muda kita adalah calon pemimpin bangsa. Dari sinilah kita memupuk anak-anak kita menuju Indonesia Emas,”

Ia menjelaskan bahwa patriotik berarti berkontribusi positif pada masyarakat, gigih dibuktikan lewat kerja keras menghadapi tantangan, dan berempati terlihat dari kepedulian terhadap masalah orang lain.

Penghargaan kecamatan

Memanfaatkan momentum peringatan, Pemko Medan memberikan penghargaan kepada tiga kecamatan berdasarkan penilaian kinerja dan program. Penilaian mencakup kreativitas, program kebersihan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta wawancara dengan pihak kecamatan.

  1. Kecamatan Medan Selayang — juara I
  2. Medan Tuntungan — juara II
  3. Medan Marelan — juara III

Penghargaan itu dimaksudkan sebagai apresiasi sekaligus pemicu agar capaian tidak berhenti sebagai kebanggaan administratif, melainkan mendorong peningkatan layanan dan manfaat nyata bagi warga.

Peralatan tanggap bencana

Selain penghargaan, Pemko Medan menyerahkan peralatan tanggap bencana ke beberapa kecamatan. Langkah ini bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat respons jika terjadi bencana di wilayah kota.

Rico menilai bahwa peristiwa bencana pada 2025 harus menjadi cambuk untuk memperbaiki penanggulangan bencana alam di kota. Ketersediaan peralatan di tingkat kecamatan diharapkan mendukung respons yang lebih cepat dan lebih efektif.

Makna jangka panjang

Nilai patriotik, gigih, dan berempati dianggap penting tidak hanya untuk daya saing, tetapi juga untuk membentuk tanggung jawab sosial dan semangat persatuan. Menurut Pemko, keberhasilan menuju Indonesia Emas tak hanya soal teknologi dan pembangunan, melainkan kualitas karakter generasi penerus.

Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat agar program kebersihan, pemberdayaan, dan kesiapsiagaan bencana diberi perhatian berkelanjutan serta melibatkan partisipasi masyarakat agar manfaatnya nyata bagi warga.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait