Lokal

KP-GTI Serukan Koperasi Dorong Indonesia Emas 2045

Bagikan:
Suasana peringatan Hari Sumpah Pemuda dan seruan KP-GTI untuk menguatkan koperasi

Medan — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ketua Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia (KP-GTI), Suwarno SE MM, menyerukan penguatan koperasi sebagai langkah strategis mencapai Indonesia Emas 2045. Pernyataan itu disampaikan di Medan, Rabu (28/10), saat KP-GTI mendukung program Koperasi Merah Putih yang diinisiasi Presiden.

Dukungan terhadap Koperasi Merah Putih

Suwarno menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah, termasuk Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, kebijakan itu menempatkan koperasi sebagai pilar strategis untuk kemandirian pangan dan pemerataan ekonomi.

Peran koperasi dalam rantai pasok

KP-GTI melihat koperasi lebih dari sekadar toko bahan pokok. Dengan fungsi produksi dan distribusi terintegrasi, koperasi dapat memangkas rantai pasok yang panjang. Hal ini berdampak pada pemberdayaan petani dan nelayan serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada tengkulak dan rentenir.

Nilai sejarah dan filosofi koperasi

Suwarno mengaitkan gagasan modern ini dengan pemikiran Mohammad Hatta. Menurutnya, sistem koperasi sesuai dengan nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi fondasi ekonomi kerakyatan. Ia menekankan relevansi filosofi tersebut untuk memperkuat ekonomi lokal.

"Pemikiran tersebut sejalan dengan Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Inti cita-cita koperasi adalah menjadikan masyarakat lebih berdaya secara ekonomi,"

Pernyataan di atas disampaikan Suwarno didampingi Sekretaris KP-GTI, Zullifkar AB, ST. Ia mengingatkan bahwa kerangka kebijakan di atas kertas harus didukung aksi nyata di lapangan.

Panggilan kepada generasi muda

Suwarno menyoroti peran kaum muda sebagai kunci keberhasilan implementasi koperasi. Ia menyatakan bahwa perbaikan teknis pengelolaan masih berlanjut, namun keberhasilan bergantung pada kualitas sumber daya manusia.

"Kita harus membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan selaras dengan tema Sumpah Pemuda ke-98 ini,"

Ia menambahkan bahwa karakter, keteguhan mental, dan cinta tanah air menjadi motor utama untuk mewujudkan tujuan bersama. Penegasan tersebut menutup seruan KP-GTI agar koperasi menjadi instrumen nyata dalam pembangunan desa dan kedaulatan ekonomi bangsa.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait