Nilai MTQ Sumut Naik, Tantangan Besar di Panggung Nasional
Deli Serdang – Kualitas peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara menunjukkan peningkatan nyata, namun tantangan sesungguhnya tetap berada di level nasional. Ketua Dewan Hakim MTQ Sumut, Syaifuddin Hazmi Lubis, menyebut capaian nilai peserta kini menembus angka 95, tetapi peningkatan itu belum otomatis menjamin prestasi pada MTQ Nasional.
Peningkatan nilai peserta
Hingga hari keempat pelaksanaan MTQ di Astaka MTQ Sumut, Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, kualitas qari dan qariah terlihat lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Indikatornya, beberapa peserta telah memperoleh skor di atas 95 dari maksimal 100, padahal biasanya puncak skor hanya mencapai 94.
"Jika pada tahun-tahun lalu nilai tertinggi yang diberikan Dewan Hakim umumnya terbatas di angka 94. Tahun ini beberapa peserta sudah berhasil menembus nilai 95 ke atas meskipun kompetisi baru berjalan empat hari," ujar Hazmi, Jumat (19/6).
Ujian bagi sistem pembinaan
Peningkatan nilai di level provinsi menjadi ujian bagi pembinaan oleh LPTQ Sumut. Kenaikan skor harus diterjemahkan menjadi prestasi konkret di ajang nasional—sebuah pekerjaan rumah yang belum tuntas bagi provinsi ini.
Hazmi menyatakan optimisme target masuk lima besar MTQ Nasional 2026 karena sekitar 50 persen peserta di kompetisi saat ini merupakan figur berpengalaman di level nasional. Namun keberadaan banyak nama lama menimbulkan pertanyaan tentang regenerasi peserta.
"Nah ini kan ada beberapa orang yang memang sudah pemain nasional. Mudah-mudahan kalau mereka juga tampil nanti di tingkat nasional, akan memberikan yang terbaik untuk Sumatera Utara," kata Hazmi.
Peluang medali dan pemerataan persaingan
Dewan Hakim menilai peluang meraih medali terbuka di hampir seluruh cabang yang diperlombakan. Karena itu LPTQ Sumut memasang target ambisius: mengincar raihan medali dari semua cabang pada MTQ Nasional mendatang.
"Kalau dilihat dari kemampuan, sepertinya memang dari seluruh cabang ada potensi mendapatkan medali. Semua cabang kita menginginkan mereka mendapat medali," ujar Hazmi.
Selain itu, MTQ Sumut tahun ini memperlihatkan meratanya persaingan antarkabupaten/kota. Dominasi daerah langganan juara mulai tergerus oleh munculnya peserta unggulan dari wilayah yang sebelumnya kurang diperhitungkan.
Penutup: Menunggu pembuktian di tingkat nasional
Peningkatan nilai dan munculnya juara baru memberi harapan bagi Sumut. Namun publik masih menantikan apakah lonjakan kualitas ini benar-benar mampu mengangkat posisi Sumut di MTQ Nasional atau hanya menjadi catatan statistik di tingkat provinsi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi III Panggil Polda dan Keluarga Usut Kematian Winda
Komisi III DPR panggil Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan keluarga untuk RDPU 11 Agustus usai kematian Wind...
Pria Tewas saat Perbaiki Kendaraan di Siantar Martoba
Polsek Siantar Martoba menemukan seorang pria meninggal di Jalan Darussalam setelah laporan ke Call Center 1...
Sabang Kejar Investasi Maritim, Mubadala Energy Pertimbangkan
Wali Kota Sabang: Mubadala Energy mempertimbangkan Sabang sebagai lokasi operasional; kota genjot layanan bu...
Dayah Wakaf Barbate Pindah ke Lokasi Baru di Gampong Data Makmur
Dayah Wakaf Barbate resmi menempati lokasi baru di Gampong Data Makmur, Aceh Besar pada 6 Agustus 2026; 16 s...
Tiang Lampu dan CCTV Tumbang di Ulee Lheue Akibat Angin Kencang
Tiang lampu dan CCTV milik Pemko Banda Aceh di Ulee Lheue tumbang pada 7 Agustus akibat angin kencang; Disko...
O2SN Labuhanbatu Dibuka, Ini Daftar Juara Jenjang SD
O2SN Labuhanbatu dibuka 7 Agustus di Rantauprapat; berikut daftar juara jenjang SD dari cabang atletik, badm...