Mahasiswa Tuntut Usut Dugaan Monopoli Proyek di Medan
Medan, 3/8 — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (3/8). Mereka mendesak Pemerintah Kota Medan dan aparat penegak hukum mengusut dugaan monopoli proyek di lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan. Aksi itu menuntut proses pengusutan yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum.
Tuntutan utama dan dugaan
Dalam pernyataannya, massa menyoroti dugaan praktik jual beli proyek dan pembagian paket pekerjaan kepada pihak-pihak tertentu. Mereka juga menuntut penyelidikan terkait dugaan pemungutan fee proyek sebesar 18 hingga 25 persen. Menurut peserta aksi, dugaan tersebut merusak prinsip keadilan dan efisiensi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Kronologi aksi di depan Balai Kota
Aksi berlangsung cukup lama namun tidak direspons oleh Wali Kota atau perwakilan Pemerintah Kota Medan untuk berdialog. Karena itu beberapa mahasiswa berupaya memasuki area kantor dengan melompati pagar. Upaya tersebut dihadang petugas keamanan dan personel Satpol PP sehingga sempat terjadi dorong-mendorong antara massa dan petugas.
Pesan peserta aksi
Peserta menegaskan tujuan aksi hanya untuk menyampaikan aspirasi publik. Mereka meminta agar dugaan penyimpangan ditindaklanjuti melalui proses hukum yang profesional dan transparan. Seorang peserta, Taufik, menilai besarnya anggaran proyek perlu diawasi ketat agar tidak menimbulkan indikasi penyimpangan lebih jauh.
Harapan terhadap pemerintah dan penegak hukum
JMI meminta Pemerintah Kota Medan membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan menjelaskan langkah-langkah pengawasan anggaran proyek. Selain itu, mereka menuntut aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Jika terbukti, mereka menekankan agar pelaku dikenai sanksi tegas demi penegakan tata kelola pengadaan yang bersih.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut anggaran dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pengadaan. Langkah aparat penegak hukum berikutnya akan menentukan apakah dugaan pelanggaran dapat diusut secara transparan dan akuntabel.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...