DPRD Medan Kejar Percepatan Ranperda PBG untuk Permudah Izin
Medan — Anggota Komisi IV DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution mendorong percepatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dorongan itu disampaikan Senin (3/8) dengan tujuan menyederhanakan proses perizinan bangunan dan meminimalisasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kebutuhan Perda PBG
Edwin menilai Perda PBG penting untuk memberikan layanan perizinan yang cepat dan terjangkau bagi masyarakat. Ia berharap Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Medan segera memasukkan Ranperda ini ke dalam agenda pembahasan.
"Perda PBG itu sangat penting, guna adanya penyederhanaan urusan izin bangunan. Masyarakat butuh pelayanan cepat dan murah,"
Keluhan masyarakat dan kinerja layanan digital
Komisi IV masih sering menerima keluhan tentang prosedur izin yang rumit dan biaya tinggi. Menurut Edwin, layanan digital yang seharusnya mempermudah proses belum sepenuhnya efektif.
Ia merujuk pada aplikasi SIPEMUDA yang dikelola Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan. Edwin menyebut aplikasi tersebut belum menunjukkan kemudahan layanan yang dijanjikan.
"Aplikasi SIPEMUDA yakni sistem layanan digital oleh Dinas PKPCKTR Kota Medan belum menunjukkan kemudahan,"
Pengawasan bangunan tanpa izin
Selain penyederhanaan perizinan, Edwin menyoroti lemahnya pengawasan terhadap bangunan yang belum memiliki PBG. Ia menilai koordinasi antar tingkat pemerintahan—Dinas Perkimcikataru, kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan—perlu ditingkatkan.
Sebagai langkah awal pengawasan, Edwin mengusulkan pemasangan stiker atau tanda pemberitahuan pada bangunan yang belum memiliki izin. Ia melihat tindakan ini sebagai upaya edukasi publik sebelum dilakukan tahapan penindakan administratif.
"Hendaknya ada tindakan awal berupa pembuatan stiker atau pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa bangunan dimaksud tidak memiliki izin,"
Edwin menjelaskan langkah penindakan yang bisa ditempuh setelah pemberitahuan awal, yakni penerbitan Surat Peringatan (SP) bertahap: SP 1, SP 2, dan SP 3. Menurutnya, pengawasan yang lebih maksimal akan membantu menekan kebocoran PAD.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Percepatan pembahasan Ranperda PBG dinilai bakal berdampak ganda: memperbaiki layanan publik dan menambah kepastian pendapatan daerah. Ke depan, perhatian DPRD dan perangkat daerah terkait akan menjadi penentu efektivitas implementasi aturan ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...