Metro dan Bantul Perkuat Pertanian Antisipasi El Niño
Pemerintah daerah di Kota Metro (Lampung) dan Kabupaten Bantul memperkuat strategi pertanian untuk menghadapi ancaman El Niño, dengan fokus irigasi, pendampingan petani, dan penyesuaian varietas tanam guna menjaga produksi dan ketahanan pangan menjelang musim kering.
Ancaman El Niño dan serangan hama
Pejabat Dinas Ketahanan Pangan setempat melaporkan dampak awal berupa serangan hama. Kondisi ini muncul seiring peningkatan risiko kekeringan yang diperkirakan mempengaruhi musim tanam berikutnya.
"Pada saat ini, kita memang menghadapi ancaman El Niño, sifatnya moderat dan secara produksi sudah ada sebagian panen. Cuman memang ada kendala ketika menjelang El Niño ini adalah serangan hama tikus,"
Catatan tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Pipi Puspita Sari, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Strategi di Kota Metro
Pemerintah Kota Metro mengarahkan petani untuk beralih ke varietas padi yang tahan kekeringan. Tujuannya mengurangi risiko penurunan hasil panen saat curah hujan menurun.
Beberapa varietas yang direkomendasikan adalah:
- Impari 38
- Impari 39
- Impari 28
"Kami antisipasi dengan mengajarkan petani menanam varietas yang tahan kekeringan seperti Impari 38, Impari 39, Impari 28,"
Selain perpindahan varietas, pendampingan teknis intensif dilakukan oleh penyuluh untuk pengendalian hama dan praktik pengelolaan air yang lebih efisien.
Langkah di Kabupaten Bantul
Di Bantul, kepala dinas setempat menilai kondisi sumber air relatif memadai untuk menghadapi musim kering. Ketersediaan air menjadi modal utama menjaga produksi di tengah ancaman El Niño.
"Bantul punya enam sungai yang tidak pernah kering, dari 17 kecamatan yang ada itu yang daerah perbukitan hanya kecamatan Delingo atau Kapanewon Delingo. Dan di Delingo sendiri banyak iripom maupun iripim, sehingga walaupun ancaman El Nino, Insyaallah Bantul masih aman,"
Perbaikan dan penguatan jaringan irigasi terus digenjot, khususnya di wilayah dataran rendah agar pasokan air tetap stabil sepanjang musim kemarau.
Dukungan infrastruktur dan pendampingan
Kedua daerah menekankan kombinasi kebijakan: perbaikan irigasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan penyuluh lapangan. Langkah ini diarahkan agar petani cepat beradaptasi terhadap perubahan pola curah hujan dan serangan hama.
Pemantauan dan respons dini juga disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan hama seperti tikus yang bisa menurunkan produktivitas secara signifikan.
Prospek dan harapan
Dengan langkah-langkah teknis dan infrastruktur tersebut, pemerintah daerah berharap produktivitas pangan tetap terjaga selama musim kemarau. Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dinilai kunci dalam mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh El Niño.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...