Metode Ikejime Tingkatkan Mutu dan Nilai Tuna
Metode ikejime terbukti menjaga kualitas ikan tuna sejak proses penangkapan hingga tiba di konsumen. Teknik tradisional asal Jepang ini dilakukan dengan mematikan ikan secara cepat melalui penusukan otak dan penanganan sumsum tulang belakang, sehingga mengurangi stres pada ikan dan mempertahankan mutu daging.
Apa itu Ikejime?
Ikejime adalah metode penanganan pascapanen yang menitikberatkan pada kematian instan dan stabilisasi otot ikan. Teknik ini lazim dipakai untuk ikan bernilai ekonomi tinggi seperti tuna, kakap, dan kerapu. Tujuannya menjaga warna, tekstur, dan cita rasa daging agar tetap premium selama proses distribusi.
Langkah-langkah Ikejime
Proses ikejime melibatkan beberapa tahapan terstruktur untuk memastikan kualitas daging terjaga:
- Penusukan otak: Jarum atau paku khusus ditempatkan tepat pada bagian otak sehingga kematian terjadi segera dan aktivitas otak berhenti.
- Perawatan sumsum tulang belakang: Kawat khusus dimasukkan ke dalam saluran sumsum untuk menghentikan refleks otot dan memperlancar keluarnya darah.
- Pendinginan cepat: Setelah prosedur, ikan segera ditempatkan dalam air es untuk menurunkan suhu tubuh dan memperlambat pertumbuhan bakteri.
Mengapa Metode Ini Lebih Baik?
Penanganan yang memperpendek proses kematian dan mengurangi stres mencegah akumulasi asam laktat pada jaringan otot. Jika ikan dibiarkan mati perlahan, asam laktat meningkat dan daging menjadi lebih keras serta cepat rusak. Sebaliknya, ikejime menjaga otot tetap rileks sehingga tekstur daging kenyal, warna tetap cerah, dan rasa umami lebih terasa saat diolah.
Dampak pada Rantai Nilai dan Pasar
Penerapan ikejime memberikan keuntungan ekonomi bagi semua pelaku rantai pasokan. Nelayan dan pengusaha perikanan dapat menawarkan produk bernilai lebih tinggi dengan masa simpan lebih lama. Restoran dan eksportir pun mendapatkan bahan baku yang kualitasnya stabil, meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun internasional.
Prospek dan Implementasi Lebih Luas
Dengan penanganan pascapanen yang tepat sejak penangkapan, kualitas ikan dapat dipertahankan lebih lama sehingga membuka peluang nilai tambah. Adopsi metode ini secara lebih luas berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan dan memperkuat posisi produk perikanan Indonesia di pasar premium.
Pengembangan pelatihan dan akses alat sederhana untuk praktek ikejime menjadi langkah penting agar manfaat metode ini dapat dirasakan secara lebih merata oleh pelaku usaha perikanan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bazaar Perempuan Berdaya KPI Jember Dorong Ekonomi Perempuan
KPI Cabang Jember menggelar Bazaar Perempuan Berdaya untuk promosi produk lokal dan memperkuat ekonomi perem...
UMKM Hanarun Handmade Sulap Cangkang Laut Jadi Produk Bernilai
UMKM Hanarun Handmade di Maluku Tenggara mengubah cangkang laut jadi aksesori dan suvenir, didukung HAKI, NI...
Dari Teras Lorong ke Outlet: Kisah Roemah Bagadang
Iqbal mengubah kebiasaan begadang jadi usaha kuliner Roemah Bagadang; kini punya outlet permanen di Palu dan...
MAN 2 Malang Perkuat Kewirausahaan Siswa lewat PKWU dan Koperasi
MAN 2 Kota Malang memperkuat kewirausahaan siswa lewat PKWU, laboratorium praktik, koperasi, dan program Cam...
UMKM Gorontalo Meningkat, Street Coffee Ramai tapi Pendapatan Belum Optimal
UMKM Gorontalo makin berkembang dengan banyaknya kedai street coffee, namun tingginya pengunjung belum sepen...
Ratifikasi Perjanjian Dagang Dorong Daya Saing Indonesia
Anggota Komisi VI DPR Sarifah Suraidah Harum mendesak percepatan ratifikasi empat perjanjian dagang dan road...