Ekonomi

Pedagang Bambu di Solo Kebanjiran Pembeli Jelang 17 Agustus

Bagikan:
Pedagang menjajakan bambu dan bendera jelang perayaan 17 Agustus di Solo

Permintaan bambu dan bendera di Kota Solo meningkat menjelang perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Pedagang di kawasan Nayu, Banjarsari, melayani pesanan dari warga RT/RW hingga instansi, dengan penjualan yang mulai naik sejak akhir Juli.

Lonjakan permintaan menjelang Agustus

Para pedagang bambu di Solo merasakan peningkatan pesanan sejak awal Juli. Kenaikan pesanan terlihat dari pembelian kolektif oleh pengurus RT/RW serta permintaan eceran dari warga setempat.

"Permintaan bambu umbul-umbul sudah mulai terasa merangkak naik, memang belum benar-benar ramai. Tapi hampir setiap hari sudah ada pembeli."

"Saya harap puncaknya mulai tanggal 1 Agustus, apalagi kalau bertepatan dengan akhir pekan."

Seorang pedagang menyebut rata-rata penjualan mencapai sekitar 100 batang bambu per hari untuk keperluan umbul-umbul. Pesanan kolektif dari pengurus RT/RW biasanya berkisar antara 100–150 batang, sementara pembeli eceran umumnya membeli 30–35 batang.

Harga tetap stabil, pasokan dari beberapa daerah

Meskipun permintaan naik, harga bambu tidak berubah selama enam tahun terakhir. Pedagang menyatakan harga untuk bambu panjang 5–7 meter dengan diameter 3–5 cm tetap di kisaran Rp10.000 per batang.

Pasokan bambu dagangan berasal dari beberapa daerah, antara lain Pacitan, Salatiga, dan Sragen, sehingga stok relatif aman menghadapi lonjakan permintaan musiman.

Pasar bendera juga mulai menggeliat

Selain bambu, penjualan bendera Merah Putih dan umbul-umbul di Solo mulai meningkat. Pedagang musiman dari Tasikmalaya membuka lapak di titik-titik strategis seperti Jalan Bhayangkara, Pasar Nongko, Manahan, hingga sekitar Kodim.

"Kami berjualan bendera musiman selama sekitar 10 tahun bersama rombongan pedagang dari Tasikmalaya. Setiap tahun kami membuka lapak di sejumlah titik, seperti Jalan Bhayangkara, Pasar Nongko, Manahan, hingga Kodim."

Harga bendera bervariasi sesuai ukuran: bendera kecil untuk dipasang di mobil dijual mulai Rp2.000 per lembar, ukuran sedang sampai besar berkisar Rp7.000–Rp10.000. Untuk umbul-umbul besar instansi, pasar menawarkan hingga Rp250.000 per lembar, sedangkan ukuran sedang sekitar Rp40.000.

Seorang pedagang mengungkapkan, pada musim ramai tahun lalu omzet harian bisa mencapai Rp500.000–Rp1.000.000, tergantung lokasi dan hari.

Implikasi dan prospek

Kenaikan permintaan ini memberi peluang ekonomi musiman bagi pedagang lokal dan perantau. Dengan harga yang stabil dan pasokan dari beberapa wilayah, para penjual berharap stok mencukupi hingga puncak permintaan pada awal Agustus.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait