Medan Siap Sambut Piala AFF, Stadion Teladan Dibenahi Total
Medan — Kota Medan bergerak cepat untuk mempersiapkan Stadion Teladan sebagai salah satu calon venue Piala AFF. PSSI bersama perwakilan AFF dikabarkan telah melakukan peninjauan langsung pada Selasa (19/5). Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan kesiapan penuh untuk memenuhi persyaratan tuan rumah.
Hasil peninjauan dan kondisi fasilitas
Wali Kota Medan, Rico Waas, menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas utama stadion sudah berada dalam kondisi baik. Tim verifikasi menilai area lapangan, kualitas rumput, sistem pencahayaan, dan bench pemain memenuhi standar yang diharapkan.
“Area lapangan, kualitas rumput, lampu stadion, hingga bench pemain dinilai telah memenuhi standar yang diharapkan,”
Pernyataan itu disampaikan saat Rico memimpin peninjauan di Stadion Teladan. Penilaian awal ini memberi sinyal positif bagi peluang Medan menjadi tuan rumah pertandingan internasional.
Perbaikan tribun dan prioritas keselamatan
Salah satu catatan penting dari peninjauan adalah soal kapasitas kursi penonton. Awalnya pemasangan kursi direncanakan setengah kapasitas, namun Wali Kota meminta agar pemasangan dilakukan penuh untuk menampilkan kondisi stadion secara menyeluruh.
“Pertama kursi ditargetkan itu mungkin masih setengah, tapi saya minta full kan. Saya minta biar kelihatan bagaimana kondisi Teladan secara menyeluruh, karena memang ini bisa jadi stadion kebanggaan kita,”
Rico menekankan bahwa aspek keselamatan (safety) dan kelayakan area-area vital harus dipenuhi sebagai syarat mutlak dari AFF. Perbaikan tribun juga dimaksudkan untuk memberi kenyamanan dan keamanan bagi penonton lokal maupun internasional.
Lapangan latihan dan infrastruktur penunjang
Selain stadion utama, Pemko Medan menyiapkan infrastruktur penunjang. Dua lapangan latihan legendaris, Lapangan Cadika dan Lapangan Kebun Bunga, dipersiapkan untuk menyambut tim-tim peserta.
Menurut penjelasan Wali Kota, Lapangan Cadika sudah mencapai kondisi maksimal dengan kualitas rumput dan fasilitas pendukung seperti kamar mandi pemain yang siap digunakan. Untuk Lapangan Kebun Bunga, perawatan rumput kini memasuki tahap akhir sehingga dalam waktu dekat akan dinyatakan clear dan siap pakai.
Dampak dan harapan untuk Medan
Rico Waas mengajak seluruh masyarakat Medan untuk menyambut kemungkinan besar ini dengan antusiasme. Ia berharap jika Stadion Teladan terpilih, animo penonton Medan bisa menjadi modal untuk menarik lebih banyak event internasional ke kota ini.
“Ayo kita ramaikan, kita tunjukkan bagaimana animo kita suka sama pertandingan bola ini. Kalau support bola kita di Medan ini menggaung kuat, harapannya ke depan akan makin banyak lagi event-event internasional serupa digelar di Stadion Teladan,”
Persiapan ini tidak hanya berfokus pada renovasi fisik, tetapi juga kesiapan operasional dan keamanan. Jika semua syarat terpenuhi, Medan berpeluang menjadi tuan rumah sekaligus panggung baru sepak bola internasional di Sumatera Utara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
32 WNI Bermasalah Asal Sumut Dideportasi dari Malaysia
Sebanyak 32 WNI-B asal Sumut dideportasi dari Penang dan tiba di KNIA 20 Agustus; BP3MI Sumut memfasilitasi...
Lomba Pedagang Pasar Induk Lambaro Meriahkan HUT ke-81 RI
Diskopukmdag Aceh Besar menggelar lomba bagi pedagang Pasar Induk Lambaro pada 19 Agustus untuk memeriahkan...
Staf Ahli Wali Kota Binjai Tinjau Penumpukan Sampah di Berngam
Staf Ahli Wali Kota Binjai meninjau penumpukan sampah di Kelurahan Berngam dan minta warga tidak membuang sa...
Sumabee Honey Diluncurkan, 195 Warga Jantho Terlibat Budidaya Madu
Sumabee Honey diluncurkan; 195 warga dari delapan gampong Kota Jantho terlibat dalam budidaya lebah yang men...
BI Luncurkan KKI dan Perluas MDR QRIS 0 Persen untuk Perkuat Ekonomi Digital
BI meluncurkan KKI dan perluas MDR QRIS 0% untuk mendukung UMKM serta akselerasi digitalisasi sistem pembaya...
Wagub Aceh dan Wamendagri Tinjau Blang Padang, Bahas Status Lahan
Wagub Aceh dan Wamendagri meninjau Lapangan Blang Padang (8,9 ha) untuk membahas status lahan, wakaf histori...