Lokal

Peer Pressure Remaja, Jamu Sungai Deli, dan Cath Lab Baru di Medan

Bagikan:
Edukasi anti narkoba, upacara Jamu Sungai, dan layanan Cath Lab di Medan

Medan, 6 November — Beberapa kegiatan publik berlangsung di Medan, mulai dari edukasi bahaya narkoba untuk pelajar, tradisi budaya Melayu Deli, hingga penambahan layanan kesehatan jantung di rumah sakit pemerintah.

Edukasi bahaya peer pressure di SMA Negeri 5

Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara menggelar acara "Ananda Bersinar" Goes to School di SMA Negeri 5 Jalan Pelajar Medan, Jumat (6/11).

Dalam kegiatan itu, akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Pembangunan Medan, Suprapti Indah Putri atau Putri Bakri, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tekanan pertemanan.

"Tekanan lingkungan pertemanan atau peer pressure menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai kalangan remaja karena dapat mendorong seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan, termasuk mencoba narkoba."

Putri Bakri menjelaskan bahwa banyak remaja menuruti ajakan teman karena takut dikucilkan atau dianggap tidak asyik. Pendekatan edukatif dan dukungan lingkungan dinilai kunci mencegah keterlibatan remaja pada narkoba.

Jamu Sungai Deli: Upacara pelestarian budaya

Pada Kamis (5/11), Pemerintah Kota Medan bersama Sultan Deli, Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah, menggelar upacara adat Jamu Sungai di kawasan Avros, bantaran Sungai Deli.

Acara ini menjadi simbol penghormatan terhadap sungai serta upaya pelestarian warisan budaya leluhur. Hadir dalam prosesi perwakilan wali kota, pejabat dinas kebudayaan, pemangku adat, budayawan, unsur Forkopimda, dan masyarakat berbagai etnis.

Rangkaian dimulai dengan doa, lalu pertunjukan tujuh anak dara yang membawakan Tari Gebuk menggunakan periuk tanah berhiaskan anyaman lipan. Selanjutnya tiga pawang membuka prosesi dan pertunjukan Tari Mayang yang menampilkan gerakan menyerupai silat sambil membawa mayang pinang.

RSUD Dr Pirngadi mulai layani kateterisasi jantung

Warga Medan kini mendapatkan akses tambahan untuk layanan penyakit jantung setelah RSUD Dr Pirngadi mulai mengoperasikan fasilitas kateterisasi jantung atau catheterization laboratory (Cath Lab).

Tindakan kateterisasi jantung perdana dilaksanakan Jumat (6/11) dan disaksikan tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, termasuk Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, dr. Obrin Parulian.

Penambahan fasilitas ini merupakan bagian dari penguatan jejaring pelayanan prioritas, meliputi Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Ketiga kegiatan ini menunjukkan perhatian berlapis: pencegahan sosial untuk remaja, pelestarian budaya lokal, dan peningkatan layanan kesehatan publik. Ke depan, sinergi antarinstansi diharapkan memperkuat hasil edukasi, konservasi budaya, dan akses layanan medis bagi masyarakat Medan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait