TPT Jembatan Idano Sa'ua Belum Diperbaiki Dua Tahun
NIAS SELATAN — Tembok Penahan Tanah (TPT) Jembatan Idano Sa'ua yang amblas diterjang banjir dua tahun lalu belum diperbaiki hingga Jumat (6/11). Lokasi berada di Km 101 Desa Ganowo Sa'ua, Kecamatan Telukdalam, akses utama dari Nias dan Gunungsitoli menuju Telukdalam.
Lokasi dan dampak kerusakan
Pantauan lapangan menunjukkan TPT yang menahan bantaran sungai masih rusak dan dibiarkan tanpa perbaikan permanen. Kondisi ini mengancam stabilitas abutmen jembatan dan keselamatan pengguna jalan nasional.
Kronologi dan pengerjaan sementara
Warga setempat melaporkan kerusakan terjadi pada dua kejadian banjir besar, pertama pada 2023 dan kemudian pada 2024. Sejak peristiwa itu, belum ada perbaikan struktural yang menyeluruh dari pihak berwenang.
"Kejadian pertama pada tahun 2023... Yang kedua tahun 2024, abutmen retak dan tanah panjang 15 meter dan lebar 5 meter amblas ke dasar sungai,"
Demikian pengakuan Budi Gaurifa (60), yang rumahnya berada dekat bantaran Sungai Idano Sa'ua. Menurut Budi, ada pekerjaan borongan setelah kejadian pertama, namun bersifat sementara dan menggunakan batu gunung serta semen tanpa besi ulir maupun tiang penahan.
"Volume pekerjaan panjang 12 meter dan tinggi 4 meter, pakai batu gunung dan semen tanpa besi ulir dan tiang penahan tembok,"
Budi menyebut pelaksana sistem upah borong bermarga Zendrato alias Ama Dian, namun dia tidak mengetahui rekanan resmi maupun pagu anggaran proyek itu. Papan proyek juga tidak pernah terpasang selama pengerjaan berlangsung.
Risiko dan permintaan warga
Warga setempat khawatir kondisi TPT yang belum diperbaiki dapat menyebabkan kerusakan lebih luas. Di musim hujan intensitas tinggi, bahaya amblas atau robohnya abutmen menjadi ancaman nyata bagi akses jalan.
"Jembatan Sa'ua merupakan hibah dari Negara Jepang. Kalau tidak dijaga dan dipelihara, mustahil bisa bertahan lama,"
Demikian pernyataan Agus Zamili yang menyerukan agar pemerintah cepat melakukan perbaikan struktural. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan untuk menjaga konektivitas dan keselamatan masyarakat di Kepulauan Nias.
Hak jawab dan tindak lanjut
Hingga pemberitaan ini dibuat, pihak kementerian dan dinas terkait belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi Kementerian PUPR atau pihak berwenang untuk menjelaskan rencana perbaikan dan anggaran.
Kerusakan pada TPT Jembatan Idano Sa'ua menuntut penanganan teknis yang cepat untuk mencegah dampak lebih luas pada jaringan jalan nasional. Pemantauan lanjutan dan audit teknis diharapkan memperjelas langkah perbaikan yang diperlukan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...
Kapolres Binjai Jadi Khatib Salat Jumat, Tegaskan Bahaya Narkoba
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Binjai (6/11), mengingatkan...
Edy Rahmayadi Kecam Dugaan Penyadapan terhadap Presiden
Edy Rahmayadi mengecam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, menyebut tindakan itu sebagai makar dan...