MBG Langsa Terhenti: 6 Dapur SPPG Berhenti, 15.027 Penerima Terdampak
KOTA LANGSA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Langsa terganggu sejak 8 Juni 2026. Enam dari 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional sementara, sehingga sebanyak 15.027 penerima manfaat termasuk pelajar dan kelompok rentan tidak menerima distribusi gizi.
SPPG yang berhenti dan jumlah penerima terdampak
Enam SPPG yang menghentikan operasi berada di tiga kecamatan. Di Kecamatan Langsa Barat terdapat SPPG Gampong Matang Seulimeng. Di Kecamatan Langsa Kota, ada SPPG Gampong Daulat dan SPPG Paya Bujok Blang Pase. Sedangkan di Kecamatan Langsa Timur berhenti SPPG Buket Meutuah, SPPG Sungai Lueng, dan SPPG Gampong Alue Pineung.
Program MBG menyasar peserta didik (PAUD/TK hingga SMA) dan non peserta didik seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3). Semua kelompok ini terhenti menerima layanan sejak operasi SPPG dihentikan.
Penyebab penghentian: dana operasional belum masuk
Gangguan operasional terjadi karena dana operasional dari pemerintah pusat belum ditransfer ke rekening virtual (VA) yayasan masing-masing SPPG. Akibatnya, mitra pengelola dapur MBG menunda produksi karena tidak boleh memakai dana talangan pribadi sesuai aturan Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah satu mitra MBG yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan penghentian ini baru terjadi kali pertama. Ia menyebutkan operasional berhenti sejak Senin dan belum ada informasi resmi soal pencairan.
Insyaallah kami akan kembali beroperasi kalau dananya sudah masuk ke VA dan baru dapat beroperasi lagi. Semoga tidak terhenti lama, pencairan dana kiranya segera terealisasi.
Konfirmasi koordinator dan dampak langsung
Koordinator Wilayah Program MBG Kota Langsa, Putri Balqis, melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa sejak 8 Juni 2026 ada enam SPPG yang berhenti sementara. Ia menyatakan penyebabnya adalah keterlambatan tertutupnya saldo VA sesuai jadwal pencairan.
Penghentian ini bersifat sementara dan dilakukan demi memastikan pelayanan yang lebih baik lagi. Kami memohon agar masyarakat tidak merasa cemas atau khawatir.
Akibatnya, dapur MBG di enam lokasi itu tidak memproduksi makanan. Pendistribusian ke sekolah binaan dan penerima manfaat lainnya otomatis terhenti.
Suara warga dan harapan pencairan
Seorang warga Langsa, Zizah, mengatakan banyak pelajar bergantung pada MBG. Ia menilai penghentian membuat siswa kehilangan asupan gizi harian dan harus kembali membawa bekal dari rumah.
Kita berharap pencairan dana tersebut segera dilakukan. MBG menjadi program penting dalam memenuhi kebutuhan gizi harian khususnya siswa-siswi dan penerima manfaat.
Prognosis dan langkah selanjutnya
Pihak pengelola menyatakan operasional akan dilanjutkan segera setelah dana masuk ke rekening yayasan. Hingga saat ini, jadwal pencairan belum dipastikan. Penghentian bersifat sementara, namun berdampak nyata pada puluhan ribu penerima manfaat di Kota Langsa.
Berita Terkait
6.110 Posbakum Resmi Beroperasi di Sumut, Bupati Labuhanbatu Hadir
Menkumham meresmikan 6.110 Posbakum di Sumatera Utara pada 10 Juni; Bupati Labuhanbatu hadir dan menerima pe...
Wabup Labuhanbatu Lepas Santri RA Al Hidayah Bulu Cina Angkatan 19
Wakil Bupati Labuhanbatu hadiri pelepasan santri RA Al Hidayah Bulu Cina Angkatan 19 di Rantauprapat, tekank...
Dandim 0207 Simalungun Berganti, Wali Kota Tekankan Sinergi
Pisah sambut Dandim 0207/Simalungun di Pematangsiantar pada 9 Juni diisi pesan sinergi dari Wali Kota dan de...
Bupati Lepas 50 Kafilah MTQ Langkat ke MTQ Sumut 2026
Bupati Langkat melepas 50 peserta kafilah MTQ untuk berlaga di MTQ Provinsi Sumut 2026, digelar 15-25 Juni d...
Program Berlayar Batubara Hadirkan Layanan Publik di Desa
Program Berlayar Batubara hadir di Desa Empat Negeri untuk memudahkan layanan publik dan pemeriksaan kesehat...
Kemenkum Beri Piagam untuk Batubara atas 151 Posbankum
Menkum HAM beri piagam kepada Pemkab Batubara atas pembentukan 151 Posbankum, diserahkan saat peresmian di M...