Nasional

Marthen Indey: Putra Papua yang Berjuang untuk Indonesia

Bagikan:
Potret Marthen Indey, tokoh perjuangan Papua untuk integrasi ke Indonesia

Marthen Indey, lahir 16 Maret 1912 di Doromena, Papua, adalah tokoh Papua yang beralih dari aparat kolonial Belanda menjadi pejuang kemerdekaan dan pengawal integrasi Papua ke Republik Indonesia. Perjalanan hidupnya meliputi pendidikan kepolisian di Sukabumi, tugas di Boven Digoel, keterlibatan dalam gerakan nasionalis, hingga pengabdian di panggung kenegaraan hingga wafat pada 17 Juli 1986.

Dari aparat kolonial ke nasionalis

Awalnya bernama Soroway Indey, ia menerima nama Marthen setelah dibaptis. Karier awalnya berlangsung di lingkungan kepolisian pemerintahan Belanda. Penugasan di Boven Digoel mempertemukannya dengan tahanan politik dan tokoh pergerakan Indonesia.

Interaksi intens dengan para nasionalis mengubah pandangannya terhadap pemerintahan kolonial. Kontak tersebut menumbuhkan kesadaran nasionalisme sehingga Marthen mulai menyusun langkah perlawanan, meski masih berstatus aparat.

Peran dalam gerakan kemerdekaan Papua

Setelah Proklamasi 1945, status Papua masih diperdebatkan antara Indonesia dan Belanda. Marthen aktif dalam gerakan lokal melawan upaya pemisahan Irian Barat. Pada akhir 1945 ia ditugaskan ke Tanah Merah, Digul, sebagai bagian persiapan perlawanan.

Pada 1946 ia bergabung dengan Komite Indonesia Merdeka (KIM) dan ikut aksi politik menentang rencana Belanda. Aksi-aksi ini berujung pada penangkapan dan penahanan terhadap dirinya, namun tidak memutus komitmennya.

Perjuangan setelah penahanan dan masa Trikora

Usai bebas, Marthen kembali terlibat aktif dalam politik dan gerakan bawah tanah. Ketika Presiden Soekarno meluncurkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961, Marthen berperan mendukung operasi militer dan perlindungan terhadap pasukan Indonesia yang menghadapi tekanan Belanda.

Pada Desember 1962, ia juga ikut dalam delegasi Indonesia yang membawa persoalan Irian Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Langkah ini menunjukkan keterlibatannya tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga pada ranah diplomasi internasional.

Dari perjuangan ke pengabdian negara

Setelah status Irian Barat memasuki babak baru, Marthen mendapat posisi dalam struktur kenegaraan. Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan melanjutkan peran politik untuk mengamankan integrasi Papua ke Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan namanya sebagai Pahlawan Nasional

Warisan dan ingatan

Marthen Indey termasuk tiga tokoh Papua yang kerap disebut dalam narasi integrasi Irian Barat, bersama Frans Kaisiepo dan Silas Papare. Perjalanan hidupnya dari aparat kolonial menjadi pejuang nasional menegaskan kompleksitas sejarah Papua dalam proses kemerdekaan Indonesia.

  • Modul Sejarah Indonesia dari Kemendikdasmen
  • KPU Papua Pegunungan

Marthen Indey wafat pada 17 Juli 1986 dan terus dikenang sebagai salah satu putra Papua yang mengabdikan hidupnya bagi persatuan dan kedaulatan Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait