Ouahbi: Tanamkan Mental Baja, Maroko Bisa Kalahkan Siapa Saja
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menyatakan optimisme tinggi usai timnya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menyingkirkan Belanda lewat adu penalti. Ouahbi menegaskan kepada pemainnya agar menanamkan keyakinan bahwa tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan, menjelang pertemuan dengan Kanada pada 5 Juli 2026.
Kemenangan dramatis dan jadwal 16 besar
Maroko menyingkirkan Belanda pada babak 32 besar melalui drama penalti dengan skor 3-2. Laga itu digelar di Stadion Monterrey, Meksiko, pada Selasa, 30 Juni 2026. Kemenangan ini mengulang memori mereka pada Piala Dunia 2022, ketika menang atas Spanyol lewat adu penalti dan melaju sampai semifinal.
Pesan utama Ouahbi kepada skuad
Ouahbi meminta pemainnya membangun mental baja dan percaya pada kemampuan sendiri. Ia menekankan pentingnya keyakinan kolektif sebagai modal untuk melangkah lebih jauh.
"Saya selalu bilang kepada pemain. Tanamkan pada diri sendiri kalau tidak ada siapa pun yang bisa menghentikan kami."
"Semuanya pasti jago kalau melakukan sesuatu yang dikuasai. Tapi tetap tidak ada yang tidak bisa dikalahkan sama sekali."
Dia juga menjelaskan bahwa kepercayaan diri pemain dan dukungan suporter menjadi modal penting. Namun Ouahbi memperingatkan agar tim tidak jemawa dan selalu fokus pada setiap laga.
"Kami tahu setiap pertandingan harus dijalani satu per satu. Banyak orang mengira laga selanjutnya akan mudah bagi kami, kenyataannya kita tidak boleh anggap remeh apapun itu."
Strategi bertahan dan target turnamen
Ouahbi menegaskan perlunya "senjata" untuk bertahan selama mungkin di turnamen. Ia menekankan aspek mental dan taktik yang harus dijaga untuk mengurangi risiko kesalahan fatal di fase knock-out.
Dengan modal pengalaman dari Piala Dunia 2022, Ouahbi optimis anak asuhnya mampu melanjutkan perjalanan jauh pada edisi kali ini. Namun, ia tetap realistis dan menegaskan pentingnya fokus jangka pendek setiap pertandingan.
Menatap Kanada
Pada babak 16 besar, Maroko akan menghadapi tim tuan rumah, Kanada, pada Minggu, 5 Juli 2026. Pertandingan ini diprediksi menuntut kesiapan mental dan taktik tinggi dari kedua tim.
Ouahbi dan skuadnya kini fokus pada persiapan teknis dan psikologis. Keyakinan, disiplin, dan konsistensi akan menentukan seberapa jauh Maroko bisa melaju di Piala Dunia kali ini.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Barcelona Lepas Ansu Fati ke Monaco dengan Kontrak 4 Tahun
Ansu Fati resmi pindah permanen ke Monaco dengan kontrak empat tahun dan biaya €11 juta setelah dipinjam mus...
Suporter Tijuana Antar Kepulangan Timnas Iran dari Piala Dunia 2026
Ratusan suporter Tijuana melepas Timnas Iran saat pulang dari Piala Dunia 2026, memberi sambutan hangat sete...
Ancelotti Pusing: Cedera Paquetá dan Raphinha Jelang Norwegia
Paquetá dipastikan absen dan Raphinha peluang pulih tipis, membuat Ancelotti harus merombak persiapan Brasil...
FIFA Hapus Hydration Break di Meksiko vs Ekuador — Ini Sebabnya
FIFA menghapus hydration break pada Meksiko vs Ekuador (1 Juli 2026) setelah penundaan satu jam karena risik...
Yasser Al-Misehal Mundur Usai Arab Saudi Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Yasser Al-Misehal mundur sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi setelah timnas tersingkir dari Pial...
Mbappé Ukir Rekor Baru Usai Hancurkan Swedia 3-0
Kylian Mbappé cetak dua gol saat Prancis kalahkan Swedia 3-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026, memecah sej...