Olahraga

FIFA Hapus Hydration Break di Meksiko vs Ekuador — Ini Sebabnya

Bagikan:

FIFA menghapus hydration break pada laga 32 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Ekuador, Rabu 1 Juli 2026, di Stadion Azteca, Mexico City. Pertandingan sempat ditunda satu jam karena risiko sambaran petir, namun ketika dimulai pukul 05.00 WIB FIFA menilai jeda minum tidak diperlukan karena suhu udara relatif lebih rendah.

Penundaan kick-off dan alasan keselamatan

Awalnya pertandingan dijadwalkan pukul 04.00 WIB. Namun, otoritas pertandingan menunda kick-off setelah mendeteksi badai petir di sekitar stadion demi keselamatan pemain, ofisial, dan penonton.

FIFA menegaskan keputusan penundaan dibuat berdasarkan protokol keselamatan yang berlaku.

"Karena kondisi cuaca buruk di Mexico City, termasuk risiko sambaran petir di sekitar stadion, diputuskan menunda pertandingan antara Meksiko dan Ekuador," kata FIFA.

Mengapa hydration break dibatalkan

Sebelumnya, jeda minum rutin diberlakukan di banyak pertandingan Piala Dunia 2026 untuk melindungi pemain dari panas ekstrem. Namun pada laga ini, penilaian kondisi lapangan dan suhu membuat panitia memutuskan tidak menghadirkan jeda tersebut.

FIFA menyebut suhu di Mexico City lebih rendah dibanding beberapa tuan rumah turnamen lain, sehingga jeda pendinginan dianggap tidak diperlukan untuk kontes ini.

Kronologi singkat sebelum pertandingan

  • Jadwal awal: 04.00 WIB.
  • Penundaan: 1 jam karena risiko petir.
  • Kick-off baru: 05.00 WIB tanpa penerapan hydration break.

Dampak pada turnamen dan langkah selanjutnya

Laga ini menjadi yang pertama di Piala Dunia 2026 yang berlangsung tanpa jeda minum. Pemenang pertandingan Meksiko vs Ekuador akan melaju ke babak 16 besar dan menghadapi pemenang laga Inggris kontra Republik Demokratik Kongo.

Keputusan menghapus hydration break pada satu pertandingan menunjukkan bahwa protokol pertandingan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi lapangan dan cuaca setempat. FIFA menekankan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berlandaskan prioritas keselamatan.

Penonton dan pengamat turnamen akan memantau apakah pengaturan serupa akan diterapkan pada laga lain jika kondisi cuaca menunjukkan suhu lebih rendah atau risiko keselamatan tertentu.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait