Lamine Yamal Tegaskan Tak Menyesal Pilih Spanyol
Lamine Yamal menegaskan tidak menyesali keputusan memperkuat La Roja ketimbang Maroko. Dalam wawancara yang berlangsung Rabu, 1 Juli 2026, pemain Barcelona itu mengatakan ia akan membuat pilihan yang sama jika diberi kesempatan mengulang waktu.
Keputusan pilih Spanyol
Yamal, 18 tahun, menjadi sorotan setelah memilih membela Spanyol pada 2023 meski memiliki darah Maroko. Keputusan itu sempat memicu perdebatan publik.
Namun kini ia menyatakan bangga memakai kostum timnas Spanyol, apalagi setelah ikut mengantarkan negara itu juara Euro 2024. Menjelang Piala Dunia 2026, Yamal kembali menjadi andalan tim nasional.
"Saya sama sekali tidak menyesali pilihan saya. Jika waktu bisa diputar kembali, saya tetap akan memilih Spanyol," ujar Yamal dalam wawancara bersama program El Larguero di Cadena SER.
Insiden sorakan diskriminatif
Yamal turut menyinggung soal sorakan bernada diskriminatif yang terdengar saat laga persahabatan melawan Mesir. Ia menilai tindakan itu melukai banyak pihak, khususnya umat Muslim.
"Ada sorakan yang menargetkan umat Muslim dan saya rasa hal itu mengganggu banyak orang. Namun, saya tidak ingin menggeneralisasi karena itu tidak mewakili seluruh rakyat Spanyol," kata Yamal.
Performa dan pandangan di Piala Dunia 2026
Pernyataan Yamal muncul menjelang laga Spanyol melawan Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Maroko telah memastikan tiket 16 besar setelah menyingkirkan Belanda.
Peluang pertemuan antara Spanyol dan Maroko masih terbuka jika kedua tim terus melaju hingga babak semifinal. Yamal mengaku menikmati pengalaman Piala Dunia pertamanya, dan menilai fase gugur sebagai momen penentu.
"Berada di Piala Dunia adalah mimpi saya. Sekarang turnamen yang sebenarnya telah dimulai dan saya menikmati setiap momennya," ujar Yamal.
Ketika diminta menyebut kejutan terbesar turnamen, Yamal memilih Paraguay. Ia juga menyebut menikmati permainan Maroko, Pantai Gading, dan Ekuador, serta memberi pujian pada Jepang. Argentina tetap menjadi tim favoritnya karena kehadiran Lionel Messi.
Kehidupan pribadi dan sumber motivasi
Di luar lapangan, Yamal mengaku sering merindukan keluarga selama mengikuti turnamen. Dukungan orang-orang terdekat menjadi sumber motivasi penting baginya.
"Saya merindukan keluarga setiap malam. Kami saling mengirim foto dan itu memberi saya motivasi tambahan untuk terus berjuang," kata Yamal.
Ia juga menegaskan bahwa ketenaran bukanlah tekanan terbesar. Menurutnya, perjuangan orang tuanya saat membesarkannya lebih berat daripada sorotan publik yang kini ia terima sebagai pesepakbola profesional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Daryz Juara Prix de l'Arc de Triomphe 2026 untuk Kedua Kali
Daryz dan joki Mickael Barzalona mempertahankan gelar Prix de l'Arc 2026 di ParisLongchamp pada 4 Oktober, j...
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...