Mbappé Ukir Rekor Baru Usai Hancurkan Swedia 3-0
Kylian Mbappé mencetak dua gol saat Les Bleus menundukkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, sehingga membawa Prancis ke babak 16 besar dan memecahkan beberapa rekor penting di putaran final.
Gol, statistik, dan posisi top skor
Tambahan dua gol membuat Mbappé mengumpulkan enam gol di Piala Dunia 2026. Koleksi itu menempatkannya sejajar di puncak daftar pencetak gol sementara turnamen.
Lebih jauh lagi, Mbappé kini telah mengoleksi 18 gol di putaran final Piala Dunia sepanjang kariernya. Catatan ini membuatnya hanya terpaut satu gol dari rekor pencetak gol terbanyak yang masih dipegang Lionel Messi.
Rekor unik di Piala Dunia
Melansir data Squawka, Mbappé mencatat prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menjadi pemain pertama yang mampu mencetak dua gol atau lebih dalam tujuh pertandingan berbeda di ajang Piala Dunia.
- Argentina (2018)
- Argentina (2022)
- Denmark
- Polandia
- Senegal
- Irak
- Swedia (2026)
Dampak bagi klub: catatan Real Madrid
Data Opta mencatat bahwa Mbappé menjadi pemain kedua yang sebelumnya memperkuat Real Madrid mampu mencetak enam gol dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya prestasi serupa dicapai Davor Šuker pada Piala Dunia 1998.
Produktivitas Mbappé juga turut mendorong kontribusi pemain Real Madrid di turnamen. Hingga fase 32 besar, pemain-pemain Los Blancos telah menyumbangkan 13 gol dalam satu edisi Piala Dunia, menempatkan klub itu sebagai penyumbang gol terbanyak kedua setelah rekor Barcelona pada 1994.
Prospek dan peluang penghargaan
Dengan performa tajam yang terus berlanjut, Mbappé kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Jika Prancis mampu melaju lebih jauh, peluangnya memecahkan rekor gol sepanjang turnamen akan semakin terbuka.
Perkembangan ini menegaskan posisi Mbappé sebagai figur sentral dalam serangan Prancis dan menambah momentum bagi tim jelang fase gugur turnamen.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Meksiko Memimpin Sementara Usai Laga Molor Satu Jam
Meksiko memimpin sementara setelah laga lawan Ekuador di Estadio Azteca molor hampir satu jam karena cuaca;...
Lamine Yamal Tegaskan Tak Menyesal Pilih Spanyol
Lamine Yamal menegaskan tak menyesal pilih Spanyol dan mengkritik sorakan diskriminatif, sambil menikmati pe...
Deschamps Wanti-Wanti: Paraguay Ancaman Serius bagi Prancis
Deschamps memperingatkan Prancis agar tak meremehkan Paraguay yang disebut memiliki "senjata mematikan" jela...
Badai Petir Tunda Meksiko vs Ekuador di Stadion Azteca
Laga Meksiko vs Ekuador di Stadion Azteca ditunda satu jam akibat badai petir; penyelenggara mengutamakan ke...
Profil Irjen Pol Suhendri, Komandan Upacara HUT Bhayangkara ke-80
Irjen Pol Suhendri ditunjuk sebagai Komandan Upacara HUT Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 di Cikeas; karie...
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir oleh Maroko
Ronald Koeman mundur sebagai pelatih Belanda usai kekalahan adu penalti 2-3 dari Maroko di babak 32 besar Pi...