Olahraga

Suporter Tijuana Antar Kepulangan Timnas Iran dari Piala Dunia 2026

Bagikan:
Suporter Tijuana mengantar kepulangan Timnas Iran dengan poster dan sambutan hangat

Timnas Iran pulang dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, dengan sambutan hangat dari ratusan suporter lokal setelah langkah mereka di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat. Kepulangan terjadi ketika masyarakat Tijuana berkumpul di depan hotel, memberi poster, meminta tanda tangan, dan meneriakkan dukungan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tim.

Perpisahan hangat di Tijuana

Suporter lokal menunggu kedatangan rombongan Iran untuk memberi salam perpisahan. Beberapa pendukung mengenakan topi bertuliskan "Iran, brother, you're Mexican now" atau dalam bahasa Indonesia, "Iran, saudaraku, kini kamu adalah orang Meksiko," sebagai simbol kedekatan yang terjalin selama beberapa pekan.

Hubungan hangat itu terlihat dari interaksi pemain dengan warga—tanda tangan, foto bersama, dan sorak dukungan. Suasana berakhir haru saat tim meninggalkan kota.

Pernyataan pelatih dan tim

"Iran dan meksiko saat ini telah menulis sejarah bersama,"

Itu disampaikan pelatih Amir Ghalenoei, yang juga menilai sambutan warga sebagai bagian penting dari pengalaman tim di turnamen.

"Masyarakat dan negara meksiko adalah bagian dari kami. Kami sangat bersyukur atas pelayanan dan kebaikan kalian,"

Selain itu, departemen media Timnas Iran menulis dalam pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan melupakan keramahan warga Tijuana.

"Menjadi tuan rumah yang sesungguhnya berarti menunjukkan rasa hormat, nilai kemanusiaan, dan martabat. Kami tidak akan pernah melupakan kebaikan masyarakat Tijuana,"

"Mulai hari ini, Meksiko akan selalu menjadi lebih dari sekadar negara tuan rumah bagi kami. Meksiko adalah rumah kedua dan tim kedua kami."

Pemindahan markas dan pembatasan masuk AS

Rombongan Iran semula mempertimbangkan Tucson, Arizona, sebagai markas. Namun, ketegangan politik antara Teheran dan Washington membuat tim memindahkan basis ke Tijuana menjelang turnamen.

Selama turnamen, tim hanya diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat satu hari sebelum tiap pertandingan. Ot authorities akhirnya melonggarkan sebagian aturan, memperbolehkan kedatangan dua hari sebelum laga terakhir fase grup.

Dampak pertandingan dan penutupan babak

Iran gagal melaju ke babak 32 besar setelah hasil lain di grup membuat mereka tidak cukup menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik—terutama karena laga antara Austria dan Aljazair berakhir imbang. Kegagalan itu mengakhiri harapan Team Melli untuk melanjutkan perjuangan di turnamen.

Konteks dan kenangan

Meskipun langkah di lapangan terhenti, sambutan hangat masyarakat Tijuana memberi kesan kuat bagi tim. Ikatan yang terjalin menjadi salah satu momen paling menyentuh di luar lapangan sepanjang Piala Dunia 2026, dan meninggalkan kenangan bahwa olahraga mampu menjalin hubungan antarbangsa.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait