Guntur Dorong Setiap Wilayah Dapil 7 Miliki 3–5 Marching Band
BLITAR – Anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Daerah Pemilihan 7 (Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Tulungagung) memiliki minimal 3–5 sekolah yang dilengkapi fasilitas marching band. Target itu diumumkan saat penyerahan bantuan marching band di SMKS Pemuda 1 Kesamben, Selasa (22/9/2026), sebagai upaya memperluas pengembangan bakat, kreativitas, dan prestasi siswa melalui seni musik.
Target dan rencana festival antarsekolah
Jika target tercapai, Guntur berencana menyelenggarakan festival marching band antarsekolah di Dapil 7. Ia juga mendorong konsep tersebut direplikasi pada 14 dapil di Jawa Timur untuk menciptakan ekosistem kompetisi yang terstruktur.
Tujuannya agar marching band tidak sekadar pengadaan peralatan, melainkan berkelanjutan dalam pembinaan dan kesempatan bertanding.
“Setiap wilayah minimal tiga atau lima sekolah. Setelah di dapil kami ada beberapa unit, rencananya akan diadakan festival bersama,”
Sekolah penerima bantuan
Tahun ini tiga sekolah di wilayah Blitar menerima seperangkat marching band modern dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui APBD 2026. Ketiga sekolah itu adalah SMKS Pemuda 1 Kesamben, SMAN 1 Talun, dan SMAN 1 Blitar.
Penyerahan secara simbolis diterima Kepala Sekolah SMKS Pemuda 1 Kesamben, Supiyanto. Ia menyatakan peralatan baru lebih modern dibanding drumband lama sekolah.
“Alhamdulillah kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Peralatannya sudah modern dan dapat mendukung kegiatan siswa serta kemajuan sekolah,”
Pengawalan anggaran dan peran DPRD
Guntur menegaskan fungsi DPRD tidak hanya menyetujui anggaran. Ia menekankan pentingnya pengawalan agar program yang dialokasikan melalui APBD benar-benar terealisasi dan tepat sasaran.
Proses pengawalan mencakup pengajuan, pemantauan di sistem perencanaan daerah, hingga realisasi program agar manfaatnya dirasakan sekolah.
“Selama program itu masih ada dan didukung anggaran APBD Provinsi Jawa Timur, akan kita kawal mulai dari pengajuan, proses di SIPD sampai realisasi agar tepat sasaran,”
Dampak untuk pembinaan siswa dan langkah selanjutnya
Guntur berharap fasilitas marching band menjadi ruang pengembangan nonakademik dan daya tarik sekolah. Sekolah yang mendapat peralatan akan diarahkan mengikuti lomba tingkat kabupaten hingga nasional.
Selain memperluas unit marching band, Guntur berencana berkomunikasi intensif dengan organisasi profesi guru. Ia akan mengundang PGRI Kabupaten Blitar untuk mendiskusikan kebutuhan pendidikan daerah.
Sebagai alumni SMKS Pemuda 1 Kesamben angkatan 1988, Guntur menyampaikan dukungan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap almamater.
Dengan target 3–5 sekolah per wilayah, festival antarsekolah diharapkan menjadi wadah pengukuran hasil pembinaan dan mendorong kesinambungan pengembangan seni di Dapil 7.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Optimalkan Stadion GBT untuk Sport Tourism
Ketua DPRD Surabaya minta Pemkot evaluasi dan optimalkan pengelolaan Stadion GBT agar jadi pusat olahraga ru...
FJTT 2026 Masuk KEN, Jaranan Trenggalek Dikenalkan ke Nasional
FJTT ke-30 di Trenggalek berlangsung hingga 29 Sept 2026 dan resmi masuk KEN untuk promosi jaranan ke tingka...
Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp126,22 Miliar di APBD Kota Batu
Fraksi PDIP DPRD Kota Batu soroti SiLPA Rp126,22 miliar saat Sidang Paripurna 21 Sept 2026 dan minta penjela...
Lukman Hakim Tinjau Sumber Mata Air di Mandhung: Jaga Keberlanjutan
Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau sumber mata air di Desa Mandhung (21/9/2026) dan mengajak warga menja...
DPR Minta Evaluasi Tata Kelola UINSA Usai Dugaan Pungli
Komisi VIII DPR minta evaluasi menyeluruh tata kelola UINSA menyusul dugaan pungutan dan polemik pemilihan r...
PDI Perjuangan: Pemkab Malang Harus Peka, RAPBD 2027 Konsisten
Fraksi PDI Perjuangan minta Pemkab Malang tangani masalah sejak dini dan pastikan RAPBD 2027 konsisten dari...