Lokal

Madina Tampilkan UMKM dan Seni Gordang Sambilan di PRSU ke-50

Bagikan:
Paviliun Mandailing Natal pamer produk UMKM dan pertunjukan Gordang Sambilan di PRSU Medan

Mandailing Natal (Madina) menampilkan produk UMKM dan pertunjukan seni Gordang Sambilan pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Acara berlangsung 3 Juli–2 Agustus 2026 di Kawasan PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, dengan tema "Harmoni Emas".

Paviliun Madina: etalase produk dan budaya

Paviliun Pemerintah Kabupaten Madina menghadirkan beragam olahan pangan lokal dan kerajinan khas daerah. Pengunjung dapat menemukan produk yang sudah menjadi ikon, termasuk kopi Mandailing.

  • Labu jipang
  • Alame
  • Ubi jalar olahan
  • Kipang pulut
  • Kopi Mandailing
  • Amak lampisan (anyaman pandan)
  • Produk rotan dan hasil pertanian

Paviliun juga menampilkan pertunjukan Gordang Sambilan sebagai bagian dari upaya mempromosikan seni budaya Madina. Penyelenggara menyebut paviliun dimaksud sebagai "miniatur daerah" yang memperkenalkan potensi lokal kepada pengunjung PRSU.

Kolaborasi strategis untuk pengembangan UMKM

Pemkab Madina menjajaki kerja sama dengan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) melalui Ivan Iskandar Batubara untuk memperkuat pengembangan UMKM. Langkah ini bertujuan membuka akses pembiayaan, pembinaan, dan jalur pemasaran yang lebih luas.

"Apa yang kita tampilkan di PRSU ke-50 menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung, yang menunjukkan bahwa Madina adalah daerah yang berpotensi untuk dikembangkan, baik dari sisi UMKM maupun pertanian."

Wakil Bupati Madina menyatakan harapan agar produk daerah semakin diterima di tingkat provinsi. Ketua DPRD menekankan bahwa UMKM telah menjadi prioritas dan perlu dukungan kolaboratif dari berbagai pihak.

Dampak dan prospek

Tokoh nasional yang terlibat menilai penguatan UMKM harus dikembangkan lewat kolaborasi lintas sektor. Mereka mencatat produk Madina mulai menunjukkan nilai tambah yang lebih baik, terutama di hilir.

"Melalui PRSU ini merupakan titik terang. Ke depan, Madina menjadi daerah yang ramah bagi investasi,"

Dengan menempatkan UMKM dan budaya dalam satu paviliun, Pemkab Madina berharap menarik investor dan memperluas pasar produk lokal. Partisipasi di PRSU ke-50 juga diharapkan mempercepat pengembangan sektor pertanian dan kerajinan yang menopang perekonomian daerah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait