Olahraga

Gap Kualitas Jadi PR Asia Usai Gugur di Piala Dunia 2026

Bagikan:
Ilustrasi pemain tim Asia di Piala Dunia 2026 saat pertandingan fase gugur

Seluruh wakil Asia dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah Australia kalah dari Mesir, menyusul Jepang yang lebih dulu gugur di babak 32 besar. Pengamat sepak bola Ari DP menilai hasil ini menunjukkan adanya gap kualitas yang harus segera ditangani oleh konfederasi Asia.

Hasil pertandingan dan implikasi singkat

Eliminasi Australia dan Jepang terjadi pada babak 32 besar, dengan Australia tersingkir lewat adu penalti melawan Mesir, sedangkan Jepang kalah dari Brasil pada babak kedua setelah sempat unggul lebih dulu. Secara keseluruhan, hanya dua dari sembilan wakil Asia yang lolos ke fase gugur, dan keduanya tidak mampu melangkah lebih jauh.

Analisis Ari DP

Ari DP menilai kedua tim Asia sebenarnya mampu bersaing dalam pertandingan knockout. Ia menyoroti faktor non-teknis seperti mental, keberuntungan, dan kesiapan menghadapi adu penalti sebagai pembeda hasil pertandingan.

"Australia dan Jepang sudah mampu bersaing di fase gugur, tetapi tradisi kuat lawan menjadi pembeda,"

Lebih lanjut, Ari menyebutkan bahwa Australia tampil maksimal hingga memaksakan laga ke adu penalti. Sementara untuk pertandingan Jepang, ia menilai pengalaman dan kualitas Brasil serta sentuhan pelatih berkelas menjadi penentu pembalikan hasil di babak kedua.

Tantangan bagi AFC dan rekomendasi

Ari menegaskan bahwa perjalanan wakil Asia di Piala Dunia 2026 belum memuaskan. Menurutnya, AFC harus menjadikan peningkatan kualitas liga domestik dan pembinaan pemain muda sebagai prioritas agar kesenjangan dapat dipangkas sebelum Piala Dunia 2030.

"Masih ada gap kualitas yang harus dikejar dan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi AFC,"

Ia juga mendorong tim-tim Asia untuk lebih sering menghadapi lawan dari Eropa dan Amerika Latin dalam laga internasional. Ari menilai empat tahun menuju Piala Dunia 2030 adalah waktu yang dapat dimanfaatkan untuk memperkecil ketimpangan kualitas antar-benua.

Kesimpulan

Eliminasi semua wakil Asia pada fase gugur menempatkan fokus pada reformasi dan investasi jangka panjang. Peningkatan kompetisi domestik, pembinaan usia muda, serta peningkatan frekuensi uji coba melawan tim kuat menjadi langkah yang direkomendasikan untuk menutup gap kualitas sebelum kompetisi dunia berikutnya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait