LPDB Buka Akses Pembiayaan Perkuat Kebangkitan Koperasi
LPDB menghadirkan layanan pembiayaan dan konsultasi saat peresmian revitalisasi Tugu Koperasi di Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026). Acara ini bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 dan penetapan kawasan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Revitalisasi Tugu Koperasi dan penetapan cagar budaya
Pencanangan revitalisasi Tugu Koperasi dipimpin Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Tugu ini menjadi saksi Kongres Koperasi pertama pada 12 Juli 1947, yang jadi landasan semangat ekonomi kerakyatan dan gotong royong.
Menteri Ferry menekankan revitalisasi bukan sekadar pelestarian fisik. Ia berharap kawasan itu menjadi pusat edukasi dan pengingat peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara Menteri Kebudayaan menyatakan penetapan kawasan sebagai Cagar Budaya Nasional adalah penghormatan terhadap sejarah bangsa. Ia berharap revitalisasi menguatkan literasi sejarah dan menginspirasi generasi muda.
Kehadiran pejabat dan tokoh terkait
Beberapa pejabat hadir mendampingi acara, antara lain:
- Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto
- Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman
- Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi, Ari Permana
- Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan
Wali Kota Viman menyatakan revitalisasi akan mengukuhkan Tasikmalaya sebagai kota bersejarah lahirnya gerakan koperasi. Ia menambahkan kawasan akan dikembangkan sebagai ruang edukasi, destinasi wisata, dan ikon kota untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
LPDB hadirkan layanan konsultasi pembiayaan
Dalam rangkaian acara, LPDB Koperasi membuka booth Coaching Clinic Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir di kawasan Tugu Koperasi. Layanan ini memberi kesempatan bagi pengurus koperasi berkonsultasi langsung tentang mekanisme, persyaratan, dan skema pembiayaan.
Booth mendapat antusiasme tinggi dari pengurus koperasi. LPDB berharap layanan ini memperluas akses informasi pembiayaan dan mempercepat munculnya koperasi sehat serta produktif di daerah.
Semangat yang lahir dari Kongres Koperasi 1947 harus terus diterjemahkan dalam aksi nyata. LPDB Koperasi hadir untuk memastikan koperasi tidak hanya memahami sejarahnya, tetapi juga memiliki akses terhadap pembiayaan yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Melalui coaching clinic ini, kami ingin semakin banyak koperasi yang naik kelas dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah,
Dampak dan prospek ke depan
Revitalisasi Tugu Koperasi dan keterlibatan LPDB diharapkan menciptakan sinergi antara pelestarian sejarah dan penguatan ekosistem pembiayaan koperasi. Upaya ini diarahkan untuk menumbuhkan koperasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan daerah.
LPDB berkomitmen terus memperluas akses pinjaman dan pembiayaan dana bergulir agar lebih banyak koperasi dapat tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...