Bank NTB Syariah dan Bank Jatim Salurkan Kacamata Gratis untuk 220 Pelajar
Bank NTB Syariah bersama Bank Jatim dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyalurkan bantuan kacamata gratis kepada 220 pelajar tingkat SD dan SMP di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur. Penyerahan simbolis berlangsung di Kantor Bank Jatim Cabang Kediri pada 23 Juli 2026, sebagai bagian dukungan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak.
Penyerahan dan cakupan wilayah
Seremoni penyerahan dihadiri perwakilan Bank Jatim, termasuk Vice President Corporate Secretary, Fenty Rischana. Program ini juga masuk dalam rangkaian peringatan HUT ke-65 Bank Jatim yang diperingati setiap 17 Agustus.
Bantuan menyasar pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya wilayah Kediri Raya. Daerah yang tercakup antara lain:
- Kota Kediri
- Kabupaten Kediri
- Nganjuk
- Ponorogo
- Pacitan
- dan sejumlah kabupaten/kota lainnya
Proses seleksi dan layanan
Penyaluran dilakukan secara terstruktur bersama IZI Jawa Timur. Tahapan meliputi penyaringan awal di sekolah, pemeriksaan kesehatan mata menyeluruh, lalu penyerahan kacamata yang disesuaikan kebutuhan tiap siswa.
Selain kacamata, para penerima juga memperoleh perlengkapan alat tulis. Langkah ini ditujukan untuk memastikan bantuan dapat langsung menunjang aktivitas belajar siswa di sekolah.
Tujuan program dan temuan kesehatan
Branch Manager Bank NTB Syariah KC Surabaya, Asrul Akbar, menyatakan keterlibatan bank merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan dukungan terhadap generasi muda.
"Bank yang baik tidak hanya diukur dari kinerja keuangan saja, tetapi juga dari sejauh mana manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat dukungan penuh agar mereka dapat belajar secara optimal tanpa terkendala masalah kesehatan fisik, khususnya penglihatan,"
Asrul menambahkan bahwa program diharapkan membantu siswa mengikuti proses belajar dengan lebih nyaman sehingga prestasi akademik dapat meningkat.
Pelaksanaan program juga mengungkap adanya banyak kasus gangguan refraksi, seperti rabun jauh dan silinder, yang belum terdeteksi sehingga mengganggu proses belajar. Intervensi awal ini membantu deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Impak dan prospek
Melalui kolaborasi antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank NTB Syariah berharap inisiatif serupa dapat diperluas. Tujuannya memperkuat kepedulian terhadap pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan pelajar, serta mencetak generasi muda yang sehat dan berdaya saing tinggi.
Program ini menjadi contoh sinergi sektor keuangan dan lembaga sosial untuk menjawab kebutuhan edukasi dan kesehatan anak sekolah di daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Seluruh Peron Stasiun Bogor Layani KRL Formasi 12 Kereta
KAI resmi mengoperasikan peron 6-8 Stasiun Bogor sehingga semua jalur mendukung KRL formasi 12; langkah ini...
Durian Selisun Nunukan Dikembangkan di Samarinda, Panen Melimpah 2026
Durian Selisun dari Nunukan kini dikembangkan di Samarinda lewat okulasi BPP; panen lokal melimpah sejak Mei...
5 Kesalahan Umum dalam Membuat Customer Journey Map
Hindari lima kesalahan umum saat membuat customer journey map agar peta pelanggan akurat dan strategi bisnis...
Petani Durian Nunukan Butuh Edukasi agar Produksi Naik
Produksi durian Nunukan melimpah saat panen 2026, namun petani masih minim edukasi sehingga perawatan tidakS...
Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Grafik Kembali Hijau
Harga emas Antam 24 karat menguat pada 27 Juli 2026 menjadi Rp2.622.000/gram; buyback Rp2.370.000 dan PPh 22...
Brainstorming Brand: Cara Efektif Kembangkan Identitas dan Bisnis
Brainstorming brand membantu pelaku usaha menemukan ide, memperkuat identitas, dan menyelaraskan strategi bi...