DEM Aceh Dorong Percepatan Investasi Blok Andaman
DEM Aceh menggelar Seminar Nasional Peugah Haba Energi bertajuk “Membangun Kesepahaman di Tengah Polemik Pengembangan Blok Andaman” pada Senin, 27 Juli 2026, di Waroeng Aceh Garuda, Tebet, Jakarta Selatan. Acara hybrid ini diikuti lebih dari 170 peserta, termasuk lebih dari 100 daring dan 74 luring, dengan pembicara dari regulator, akademisi, dan aktivis energi.
Tujuan seminar dan peserta
Seminar bertujuan membangun kesamaan persepsi terkait pengembangan Blok Andaman, khususnya pembahasan Plan of Development (PoD) Tahap I. Kegiatan dibuka oleh Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, dan dipandu Ketua Umum Masyarakat Ketahanan Energi Indonesia, Awaf Wirajaya.
Pandangan DEM Aceh: dukungan dengan catatan
Faizar menegaskan DEM Aceh mendukung pengembangan Blok Andaman sebagai Proyek Strategis Nasional. Namun, dukungan itu harus diikuti upaya menghadirkan nilai tambah bagi Aceh melalui pembangunan industri hilir berbasis gas tanpa menghambat percepatan investasi.
Ia menilai perdebatan soal pilihan skema—apakah Floating Production, Storage and Offloading (FPSO), Onshore Processing Facility (OPF), atau skema hybrid—harus mengacu pada potensi lapangan, tantangan laut dalam, kajian teknis, dan keekonomian proyek. Faizar menekankan pentingnya realisasi PoD agar kepercayaan investor tetap terjaga.
Paparan regulator dan akademisi
Kepala SKK Migas, Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, hadir sebagai narasumber daring. Ia memaparkan arah pengembangan sektor hulu migas nasional, tantangan investasi, dan pentingnya kepastian investasi agar proyek strategis berjalan sesuai target.
Ketua ICRES, Dr. Ir. Surya Darma, MBA, mengingatkan pengalaman Blok Masela yang memakan waktu hampir 26 tahun hingga terealisasi. Ia menilai keterlambatan serupa harus dihindari untuk Blok Andaman. Menurut Surya, gas lepas pantai Andaman adalah aset strategis untuk ketahanan energi dan jembatan menuju transisi ke energi lebih hijau.
Suar generasi muda dan aktivis
Founder DEM Aceh sekaligus aktivis energi, Didi Supriadi, menekankan PoD Tahap I seharusnya menjadi titik awal yang menyatukan visi para pemangku kepentingan. Ia menggarisbawahi bahwa Aceh harus berkembang menjadi pusat industri berbasis gas, bukan sekadar daerah penghasil bahan baku.
"PoD I bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengembangan Blok Andaman. Strategi yang disusun harus menjawab kebutuhan jangka panjang Aceh, bukan hanya kepentingan jangka pendek," ujar Didi Supriadi.
Rekomendasi strategis
Hasil diskusi dirangkum DEM Aceh menjadi lima rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi masukan bagi pembuat kebijakan:
- Mengalokasikan sebagian produksi gas Blok Andaman sebagai bahan baku industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.
- Menyusun skema harga gas yang kompetitif melalui kontrak jangka panjang untuk menarik investasi industri hilir.
- Menyusun Master Plan Industrialisasi Blok Andaman–KEK Arun.
- Membentuk forum koordinasi yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, BPMA, SKK Migas, kontraktor, pengelola KEK Arun, akademisi, dan dunia usaha.
- Mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui pendidikan vokasi, sertifikasi, dan pelatihan sesuai kebutuhan industri migas dan petrokimia.
Penutup: momentum percepatan
Moderator menilai diskusi menunjukkan semangat bersama membangun masa depan energi Aceh melalui dialog konstruktif. DEM Aceh berharap polemik PoD menjadi momentum memperkuat kolaborasi, mempercepat investasi berdasar kajian teknis, dan meletakkan fondasi hilirisasi industri berbasis gas agar Blok Andaman memberi manfaat ekonomi nyata bagi Aceh dan Indonesia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, yang telah meluangkan waktu berdiskusi bersama kami. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen SKK Migas dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, khususnya generasi muda Aceh," kata Faizar Rianda.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...