IHSG Terkoreksi ke 6.175,2, Minyak dan BI Tekan Sentimen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada pembukaan perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. IHSG dibuka di level 6.175,2, turun 10,58 poin atau 0,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan awal dan level teknikal
Pada sesi pertama, IHSG berpeluang menguji level resistansi di 6.220 sebelum kembali mengalami tekanan. Analis menilai ada risiko koreksi lanjutan dengan target 'middle term' di level 6.050-6.150.
"Hari ini IHSG berpeluang untuk menguji level resistansi di 6.220. Tapi setelah itu rentan kembali koreksi dengan target 'middle term' di level 6.050-6.150," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman.
Faktor eksternal: harga minyak dan kebijakan AS
Salah satu faktor yang menekan sentimen adalah turunnya harga minyak mentah setelah mereda konflik antara AS dan Iran. Pelemahan minyak berdampak negatif pada saham energi di bursa global.
"Turunnya harga minyak membuat saham perusahaan minyak melemah di bursa saham AS. Saham Exxon Mobil misalnya melemah 1,4 persen," ucap Fanny.
Selain itu, perkembangan diplomasi AS terhadap Iran juga menjadi perhatian pasar. Aksi diplomatik dan ancaman yang menyertainya memberikan tekanan pada harga komoditas dan sentimen risiko global.
Pengumuman The Fed dan data ekonomi AS
Pelaku pasar kini menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan Rabu, 29 Juli 2026. Alat CME FedWatch memperlihatkan ekspektasi sebesar sekitar 62 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga.
Selain keputusan suku bunga, pasar juga menunggu rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Juni 2026, yang dapat mengubah ekspektasi inflasi dan arah kebijakan.
Dampak domestik: pengunduran diri Gubernur BI dan prospek pasar
Di dalam negeri, pasar mencermati pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia. Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai penunjukan gubernur BI yang definitif menjadi fokus utama investor untuk menilai arah kebijakan moneter ke depan.
"Perhatian investor tertuju pada penunjukkan Gubernur BI yang definitif," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Phintraco menekankan harapan pasar agar proses transisi berjalan lancar sehingga BI tetap mampu menjaga kredibilitas dan independensi dalam menetapkan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Sehingga BI dapat menjaga kredibilitas dan independensi nya sebagai bank sentral. Utamanya dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Tim Analis Phintraco.
Menurut Phintraco, gangguan pada independensi BI dapat memicu depresiasi rupiah, peningkatan volatilitas obligasi pemerintah, dan memberikan sentimen negatif pada saham-saham perbankan.
"Selain itu, fluktuasi pasar obligasi pemerintah akan meningkat dan menjadi sentimen negatif terutama terhadap saham-saham perbankan," kata Tim Phintraco menutup analisisnya.
Dengan kombinasi sentimen eksternal dan ketidakpastian domestik, IHSG berpotensi bergerak fluktuatif pada sesi-sesi mendatang sambil menunggu keputusan The Fed dan kepastian penunjukan Gubernur BI.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...