LPDB Buka Coaching Clinic Koperasi di Pontianak
LPDB Koperasi membuka booth Coaching Clinic pada kegiatan "Heritage in Motion" di Pontianak. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seruni Kabinet Merah Putih bersama Dekranasda ini menjadi ajang edukasi dan konsultasi bagi pelaku koperasi dan UMKM lokal. Hadirnya layanan bertujuan memperluas akses pembiayaan dana bergulir dan penguatan kelembagaan koperasi.
Partisipasi LPDB dalam acara Seruni
LPDB menyediakan ruang konsultasi langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha. Booth Coaching Clinic memberi informasi tentang mekanisme pembiayaan, persyaratan, dan pendampingan awal untuk pengajuan dana bergulir. Layanan ini ditujukan khusus kepada koperasi yang bergerak di sektor wastra, kerajinan, dan kuliner lokal.
Kunjungan Pembina Seruni
Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, meninjau langsung area layanan LPDB di sela-sela kegiatan. Kunjungan ini menunjukkan perhatian pihak penyelenggara terhadap upaya memperkuat ekosistem koperasi dan UMKM di Kalimantan Barat. Selvi menyaksikan proses konsultasi dan tanya jawab antara petugas LPDB dan pelaku usaha.
Layanan dan materi yang disediakan
Melalui booth, LPDB memberikan layanan edukasi dan konsultasi yang mencakup:
- Penjelasan mekanisme pembiayaan dana bergulir.
- Pendampingan awal untuk pengajuan dana.
- Strategi pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan komunitas.
- Penguatan tata kelola serta kapasitas kelembagaan koperasi.
Tujuan dan dampak yang diharapkan
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menegaskan bahwa kehadiran LPDB merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan dan daya saing koperasi. Ia menyebut koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan wahana pemberdayaan masyarakat.
"LPDB Koperasi hadir dalam kegiatan Seruni di Pontianak sebagai bentuk komitmen kami untuk semakin dekat dengan koperasi dan masyarakat. Melalui booth Coaching Clinic ini, kami ingin memberikan ruang konsultasi dan edukasi agar koperasi semakin memahami akses pembiayaan, penguatan kelembagaan, serta peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal," ujar Krisdianto.
LPDB berharap layanan ini meningkatkan literasi koperasi modern dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Langkah ini juga sejalan dengan program prioritas pemerintah untuk memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Ke depan
Dengan fokus pada sektor wastra, kerajinan, dan kuliner, LPDB menargetkan pendampingan berkelanjutan agar koperasi mampu naik kelas dan terhubung dengan ekosistem pembiayaan nasional. Coaching clinic ini dipandang sebagai langkah awal memperkuat kapasitas lokal dan menumbuhkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Berita Terkait
KAI Pasang 113 Unit PLTS untuk Kurangi Emisi Karbon
KAI operasikan 113 unit PLTS di 92 lokasi sejak 9 Juni 2026, dengan kapasitas 4.430,65 kWp dan potensi pengu...
IHSG Naik ke 5.746,65, Saham Big Cap Jadi Penopang
IHSG menguat ke 5.746,65 pada 9 Juni 2026, didorong meredanya ketegangan Timur Tengah dan surplus perdaganga...
BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Menguat 129 Poin
BI naikkan suku bunga 25 bps jadi 5,5%, rupiah menguat 129 poin ke Rp18.058 per dolar; langkah dimaksudkan u...
Analis: Fenomena 'Sell Indonesia' Dipicu Persepsi Investor
Analis menyebut 'Sell Indonesia' dipicu persepsi investor terkait pelemahan rupiah dan tekanan pasar; net se...
Saleh Minta RRI Jelaskan Rincian Realisasi Anggaran 2026
Saleh Partaonan Daulay minta LPP RRI jelaskan rincian realisasi anggaran semester I 2026 agar DPR bisa menge...
Ranch Market Buka di K-MALL Kemayoran, Jadi Destinasi Harian
Ranch Market membuka gerai baru di K-MALL Kemayoran sebagai destinasi harian dengan produk berkualitas, kuli...