KAI Percepat Penataan 1.638 Perlintasan Sebidang demi Keselamatan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat penataan 1.638 titik perlintasan sebidang di berbagai wilayah Indonesia sejak akhir April 2026 untuk meningkatkan keselamatan publik. Program yang berjalan pada periode 27 April–12 Mei 2026 itu telah menutup 20 titik dan menyempitkan tujuh perlintasan liar, serta memasang palang pintu uji coba di kawasan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur.
Langkah konkret KAI di lapangan
KAI melakukan penataan dengan kombinasi penutupan, penyempitan, dan pemasangan palang pintu baru. Di Bekasi Timur, penjagaan sementara tetap dilakukan petugas dengan peralatan lama sampai pos baru beroperasi resmi.
"Perlintasan sebidang merupakan titik yang mempertemukan perjalanan kereta api dan mobilitas masyarakat. Karena itu penanganannya perlu dilakukan lebih cepat, terukur, dan terintegrasi agar ruang keselamatan di lapangan semakin baik,"
— Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI
Data nasional dan pengelolaan perlintasan
Data Triwulan I 2026 mencatat ada 3.888 titik perlintasan di seluruh Indonesia. Dari total itu, 2.112 perlintasan sudah dijaga, sedangkan sisanya membutuhkan penanganan berkala.
Distribusi pengelolaan titik yang dijaga adalah sebagai berikut:
- KAI: 977 titik (sekitar 46% dari perlintasan yang dijaga)
- Pemerintah daerah (Dinas Perhubungan provinsi/kabupaten/kota): 680 titik (32%)
- Swadaya masyarakat: 417 titik
- Pihak swasta: 38 titik
Mayoritas perlintasan yang belum dijaga berada di lingkungan desa dan jalan kabupaten, dengan jumlah 1.354 titik. Penanganan keselamatan mengikuti kewenangan kelas jalan di bawah pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.
Petugas, standar, dan kebutuhan teknis
KAI mengerahkan 3.908 Petugas Jaga Lintasan (PJL) untuk pengamanan intensif 24 jam. Seluruh petugas wajib mengikuti sertifikasi keahlian khusus untuk menjamin keselamatan operasional kereta.
Aspek teknis juga menjadi pertimbangan: jarak pengereman rangkaian kereta pada kecepatan 120 km/jam mencapai antara 800–1.200 meter, sehingga pengelolaan perlintasan membutuhkan ruang dan waktu yang memadai.
"Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan konsistensi penanganan di lapangan. Semakin cepat titik-titik berisiko diinventarisasi, ditata, dan dijaga bersama, semakin besar ruang keselamatan yang dapat dibangun untuk masyarakat,"
— Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI
Implikasi dan langkah ke depan
Penataan 1.638 titik tersebut merupakan bagian dari fokus KAI terhadap 1.810 titik krusial yang membutuhkan prioritas. Keberhasilan program ini bergantung pada koordinasi lintas institusi serta kepatuhan masyarakat saat melintasi perlintasan.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerobos palang pintu, berhenti sejenak, melihat kanan-kiri, dan memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan. Upaya ini diharapkan menurunkan risiko kecelakaan dan memperkuat keselamatan transportasi publik nasional.
Berita Terkait
KAI Pasang 113 Unit PLTS untuk Kurangi Emisi Karbon
KAI operasikan 113 unit PLTS di 92 lokasi sejak 9 Juni 2026, dengan kapasitas 4.430,65 kWp dan potensi pengu...
IHSG Naik ke 5.746,65, Saham Big Cap Jadi Penopang
IHSG menguat ke 5.746,65 pada 9 Juni 2026, didorong meredanya ketegangan Timur Tengah dan surplus perdaganga...
BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Menguat 129 Poin
BI naikkan suku bunga 25 bps jadi 5,5%, rupiah menguat 129 poin ke Rp18.058 per dolar; langkah dimaksudkan u...
Analis: Fenomena 'Sell Indonesia' Dipicu Persepsi Investor
Analis menyebut 'Sell Indonesia' dipicu persepsi investor terkait pelemahan rupiah dan tekanan pasar; net se...
Saleh Minta RRI Jelaskan Rincian Realisasi Anggaran 2026
Saleh Partaonan Daulay minta LPP RRI jelaskan rincian realisasi anggaran semester I 2026 agar DPR bisa menge...
Ranch Market Buka di K-MALL Kemayoran, Jadi Destinasi Harian
Ranch Market membuka gerai baru di K-MALL Kemayoran sebagai destinasi harian dengan produk berkualitas, kuli...