100 Guru Ikuti Lomba Finger Painting di Aceh Besar
Kota Jantho, Aceh Besar — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Aceh Besar menggelar Lomba Finger Painting bagi guru PAUD/TK se-Kabupaten Aceh Besar pada Senin (21/9) di Aula PGRI Aceh Besar. Kegiatan bertujuan mendorong kreativitas pendidik dan mempererat silaturahmi antar guru.
Pelaksanaan dan peserta
Acara diikuti 100 guru PAUD/TK yang merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Aceh Besar. Penyisihan dan penilaian berlangsung di aula secara langsung sehingga peserta dapat saling bertukar teknik dan ide berkaitan dengan seni anak usia dini.
Pesan penyelenggara
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, M Isa MSi SE Ak, melalui Kabid PAUD Abdurrahman mengingatkan pentingnya nilai sportivitas dalam lomba. Ia menekankan bahwa kompetisi bukan sekadar mengejar hasil, tetapi juga sarana membangun kebersamaan dan kreativitas.
Yang paling penting dalam perlombaan ini adalah menjaga kejujuran, sportivitas dan kebersamaan. Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus untuk mengembangkan kreativitas guru
Dukungan dan motivasi
Ketua PGRI Aceh Besar Munadi SPd I MPd memberi apresiasi pada penyelenggara dan memberikan dorongan agar para guru berani mencoba serta terus mengasah kemampuan mengajar melalui karya seni.
Makna dari kutipan tersebut adalah bahwa setiap pengorbanan, keberanian untuk mencoba dan kerja keras yang kita curahkan pasti akan membuahkan hasil terbaik. Semoga semangat ini terus menyertai para guru dalam membimbing generasi emas di Aceh Besar
Munadi mengutip perkataan Sutan Sjahrir: Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan, sebagai pemantik semangat bagi peserta untuk berinovasi.
Tujuan dan dampak terhadap pembelajaran
Penyelenggara berharap lomba ini tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memicu lahirnya metode pembelajaran kreatif yang menarik bagi anak usia dini. Melalui praktik seni seperti finger painting, proses belajar dirancang lebih menyenangkan dan bermakna.
Di samping mengembangkan keterampilan seni, guru diharapkan menerapkan teknik dan pendekatan yang diperoleh ke dalam kurikulum di masing-masing lembaga sehingga pembelajaran PAUD menjadi lebih interaktif.
Peserta dan panitia
- Sekretaris IGTKI Provinsi Aceh hadir dan bertindak sebagai dewan juri.
- Ketua serta jajaran pengurus IGTKI-PGRI Aceh Besar terlibat dalam penyelenggaraan.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk memperkaya metode pembelajaran PAUD dan memperkuat jaringan profesional antar guru di Aceh Besar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Banjir Bandang Tutup Akses Dusun di Samosir, 3 Rumah Rusak
Banjir bandang di Dusun I Sitobu, Simanindo (26/9) menutup akses dan merusak tiga rumah; warga dievakuasi, p...
Telkomsel Ajak Pelanggan IndiHome Nobar Gratis di Medan
Telkomsel menggelar nobar gratis untuk 200 pelanggan IndiHome di Medan pada 26 September, menyediakan tiket...
Realisasi TKD Aceh Capai 30,16% hingga 25 September 2026
Realisasi TKD Aceh 2026 mencapai 30,16% (Rp498,25 miliar) per 25 Sept; serapan mingguan naik Rp41,16 miliar...
Basemen Pasar Petisah Medan Terendam, Pedagang Keluhkan Bau
Basemen Pasar Petisah Medan tergenang mata kaki pada 27/9, diduga karena mesin penyedot air bermasalah; peda...
Polsek Siantar Selatan Tangani Video Bullying di SMPN 12 Pematangsiantar
Polsek Siantar Selatan menindaklanjuti video bullying di SMPN 12 Pematangsiantar; korban dirawat, pelaku sko...
Beras Bansos di Pulo Padang Dinilai Tepat Sasaran
Penyaluran 1.266 paket beras bansos di Pulo Padang berlangsung tertib dan sesuai data verifikasi, kata Lurah...