Nasional

Kemendikdasmen Dorong Literasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Bagikan:
Mendikdasmen Abdul Mu'ti berbicara pada webinar Hari Aksara Internasional tentang literasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penguatan literasi yang langsung berdampak pada kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam webinar peringatan Hari Aksara Internasional di Jakarta, Selasa, 8 September 2026. Tujuan kebijakan adalah memberi bekal agar masyarakat bisa bekerja, berkarya, dan hidup lebih baik.

Perluasan makna literasi

Menurut Mendikdasmen, makna literasi kini melampaui kemampuan membaca dan menulis saja. Literasi juga mencakup kecakapan hidup, literasi finansial, kewirausahaan, serta keterampilan digital. Pengembangan ini dianggap penting agar masyarakat siap menghadapi tuntutan pekerjaan dan berinovasi.

“Sejahtera berarti setiap orang memiliki kecakapan hidup, literasi finansial, wirausaha, dan keterampilan digital. Dengan kemampuan itu, mereka dapat bekerja, berkarya, dan hidup lebih baik,” ujar Abdul Mu'ti.

Aplikasi literasi untuk masalah nyata

Mu'ti menekankan bahwa pengetahuan harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan literasi perlu dirancang sesuai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pendekatan praktis diharapkan mempercepat manfaat nyata bagi penerima program.

Literasi sebagai pembuka peluang

Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menambahkan literasi harus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang. Ia menggarisbawahi hubungan langsung antara pengetahuan, produktivitas, dan kualitas hidup.

“Pengetahuan harus terus berujung pada kesempatan, produktivitas, dan kualitas hidup yang lebih baik. Itulah mengapa literasi harus mampu membaca kehidupan,” kata Tatang.

Tatang juga menekankan bahwa kemampuan membaca memberi berbagai peluang. Mulai dari memahami informasi, mengurus kebutuhan secara mandiri, hingga meningkatkan kepercayaan diri. Semua itu dianggap penting untuk mendorong partisipasi sosial dan ekonomi.

Implikasi dan langkah ke depan

Fokus Kemendikdasmen pada literasi praktis menunjukkan pergeseran kebijakan ke arah pemberdayaan berbasis keterampilan. Ke depan, upaya ini diharap mendorong program literasi yang lebih kontekstual dan berorientasi hasil. Jika dirancang dengan tepat, literasi dapat menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan yang langsung dirasakan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait