Kemkomdigi Perkuat Literasi Digital untuk Tangkal Hoaks
Kemkomdigi mendorong peningkatan literasi digital untuk membantu masyarakat membedakan fakta dan hoaks. Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, pada acara talkshow dan pergelaran wayang kulit bertajuk "Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek" di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026. Inisiatif ini menargetkan kelompok lansia agar tidak mudah terpapar misinformasi di ruang digital.
Kemkomdigi dorong kemampuan kritis terhadap informasi
Bonifasius menekankan bahwa kemampuan menelaah informasi kini penting karena konten digital dikemas semakin menarik. Ia mengatakan literasi digital memberi "kekuatan" bagi publik untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
"Terkait dengan literasi digital, ini penting sekali untuk memberikan kekuatan kepada masyarakat, agar mereka tidak terpapar oleh berbagai informasi yang sebenarnya tidak sesuai. Bisa disebut sebagai hoaks, misinformasi, disinformasi, ataupun juga malinformasi,"
Menurut Bonifasius, masyarakat perlu dilatih untuk memeriksa sumber, konteks, dan proses pengolahan informasi. Latihan ini membantu publik membedakan antara informasi yang akurat dan yang telah dimanipulasi.
Makna informasi berubah setelah pengolahan
Pembicaraan juga menyorot bagaimana proses pengolahan dapat mengubah makna sebuah pesan. Bonifasius mengingatkan bahwa interpretasi yang salah sering muncul setelah data atau konten diolah ulang.
"Kita harus cermat meneliti, mencernanya, mungkin makna sebenarnya bukan demikian, tapi telah diolah. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama, saling mengasah, dan memberikan wawasan mengenai bagaimana membedakan informasi yang benar dan yang tidak,"
Dia mengajak semua pihak untuk saling berbagi wawasan dan praktik baik dalam verifikasi informasi. Fokusnya terutama pada segmen yang rentan, seperti lansia, yang belum sepenuhnya terbiasa menggunakan teknologi.
RRI manfaatkan multiplatform untuk perluas jangkauan
Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, menyatakan RRI terus beradaptasi dengan era digital. Lembaga itu mempertahankan radio terestrial sambil mengembangkan layanan berbasis multiplatform untuk menjangkau audiens yang berpindah ke media digital.
"Setelah disrupsi media, maka RRI mengembangkan apa yang sekarang disebut sebagai multiplatform. Mempertahankan radio terestrialnya, tapi juga pada saat yang sama, menggunakan multiplatform untuk memperluas distribusi pesan menjangkau segmen-segmen masyarakat yang sudah beralih kepada media digital,"
Anwar menegaskan langkah ini penting agar RRI tetap menjalankan fungsi sebagai media publik yang memberi informasi, hiburan, edukasi, dan perekat sosial sesuai amanat undang-undang.
Dampak dan langkah ke depan
Program literasi yang digelar bersama RRI diharapkan meningkatkan keterampilan digital lansia dan mengurangi risiko paparan hoaks. Kegiatan ini juga menjadi contoh kolaborasi antar-institusi untuk memperluas literasi ke kelompok rentan.
Ke depan, upaya serupa diharapkan terus diperluas, baik melalui pelatihan langsung maupun konten edukasi di platform digital, agar masyarakat lebih tangguh dalam menghadapi arus informasi yang cepat berubah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PU: Berita ASN Meninggal karena Cuti Ditolak Adalah Hoaks
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kabar ASN meninggal akibat cuti sakit ditolak adalah hoaks; pemeriksaan...
KSP: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hanya Dampingi Petugas Pajak
KSP menegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hanya mendampingi petugas DJP, tanpa kewenangan penagihan atau pe...
Kepala BGN Ajak Masyarakat dan Media Awasi Program MBG
Kepala BGN Sudaryono mengajak masyarakat dan media mengawal Program Makan Bergizi Gratis demi layanan sesuai...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW, Soroti Turunnya Kompetensi Wartawan
LPDS meluncurkan e-learning UKW pada HUT ke-38 untuk menjawab penurunan kompetensi wartawan di tengah melimp...
North Hub Mulai Fabrikasi FPSO, Target Produksi Perdana 2028
Fabrikasi FPSO Bahtera Haluan Lestari dimulai di Tanjung Balai Karimun; North Hub ditargetkan produksi gas p...
Kepala BGN: Petugas SPPG Jalankan MBG dengan Hati Nurani
Kepala BGN Sudaryono minta petugas SPPG jalankan Program MBG dengan hati nurani agar makanan aman, layak, da...