BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Upacara Hari Pancasila 2026
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden untuk mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026 di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta. BPIP menyebut kehadiran para tokoh itu bagian dari upaya membangun gotong royong dan melibatkan semua elemen bangsa dalam peringatan nasional tersebut.
Undangan, konfirmasi, dan batasan protokol
Sekretaris Utama BPIP, Tonny Agung Arifianto, menyatakan semua mantan presiden dan wakil presiden diundang, namun konfirmasi kehadiran akan diumumkan kemudian. Ia juga menegaskan upacara ini merupakan agenda kenegaraan yang diatur protokoler negara sehingga jumlah tamu hadir terbatas.
“Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua Presiden maupun Wakil Presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir nanti akan kami sampaikan pada media semuanya ya,”
BPIP menyiapkan sekitar 405 undangan yang ditujukan untuk pejabat tinggi negara, tokoh nasional, perwakilan lintas agama, dan unsur masyarakat lain. Karena keterbatasan tempat, kehadiran publik pada puncak upacara tidak memungkinkan.
Kegiatan pendukung bagi masyarakat
Meski masyarakat umum tidak dapat hadir langsung di Lapangan Gedung Pancasila, BPIP menyiapkan serangkaian kegiatan pendukung untuk memberi ruang partisipasi publik sehari sebelum upacara nasional. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan nuansa peringatan yang melibatkan khalayak luas.
- Donor darah
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Pasar murah
Penyelenggara berharap program-program tersebut memberi kesempatan warga berkontribusi dalam semangat peringatan.
Pesan BPIP: Pancasila sebagai pedoman keseharian
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengajak masyarakat untuk turut menyemarakkan Hari Lahir Pancasila melalui aktivitas digital. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan sebagai momentum memperkuat nilai persatuan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk menyemarakkan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial. Dengan menyebarkan pesan persatuan, toleransi, gotong royong, serta semangat cinta tanah air,”
Yudian menegaskan bahwa Pancasila harus terus menjadi pedoman bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, peringatan bukan sekadar upacara, melainkan penguatan nilai kebangsaan yang harus dipraktikkan setiap hari.
BPIP akan mengumumkan daftar tamu yang hadir setelah proses konfirmasi selesai, sementara masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan pendukung dan kampanye nilai-nilai Pancasila melalui saluran resmi yang disediakan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...