Nasional

Pengamat UGM: Limbah Kurban Berisiko Cemari Sungai

Bagikan:

Prof. Chandra Wahyu Purnomo, pengamat lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), mengingatkan bahwa limbah organik dari hewan kurban dapat mencemari sungai dan mengganggu ekosistem jika tidak dikelola dengan benar. Pernyataan ini disampaikan saat wawancara dengan Pro3 RRI pada Rabu, 27 Mei 2026.

Risiko pencemaran dan dampak ekosistem

Menurut Prof. Chandra, limbah seperti isi perut sapi dan kambing masih sering dibuang langsung ke aliran sungai. Praktik tersebut meningkatkan beban organik di perairan sehingga menurunkan kadar oksigen terlarut.

Bakteri yang menguraikan limbah organik membutuhkan oksigen. Jika oksigen berkurang, proses penguraian dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan menyebabkan kematian ikan.

"Isi perut sapi atau kambing yang dibuang ke sungai akan menambah beban organik. Kondisi itu membuat kandungan oksigen di sungai berkurang,"

Cara pengelolaan limbah yang disarankan

Prof. Chandra menyarankan agar masyarakat menghindari pembuangan limbah kurban langsung ke sungai atau saluran air. Ia merekomendasikan pengolahan limbah menggunakan fasilitas yang aman.

  • Gunakan tangki penampungan atau lubang khusus untuk menampung limbah organik.
  • Pilih lokasi pengolahan yang jauh dari sumur dan sumber air warga.
  • Hindari membuat lubang pembuangan di area dengan permukaan air tanah dangkal.

"Tanah sebenarnya punya kemampuan menetralisir limbah organik. Namun lokasinya harus jauh dari sumur dan sumber air warga,"

Peran rumah potong hewan dan edukasi

Menurut Prof. Chandra, rumah potong hewan umumnya sudah memiliki fasilitas pengolahan limbah yang memadai. Karena itu, pelaksanaan penyembelihan di rumah potong dinilai lebih aman bagi lingkungan.

"Kalau di rumah potong hewan, pengolahan limbahnya sudah disiapkan dengan baik. Itu lebih aman untuk lingkungan,"

Ia juga mendorong adanya sosialisasi mengenai pengelolaan limbah kurban kepada masyarakat. Edukasi dinilai penting agar tradisi kurban tetap terjaga tanpa mengorbankan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Implikasi dan langkah ke depan

Pengelolaan limbah kurban yang buruk tidak hanya mencemari sungai tetapi juga berpotensi mencemari air tanah jika dilakukan di lokasi tidak tepat. Oleh karena itu, penerapan praktik penampungan yang aman dan pemanfaatan fasilitas rumah potong menjadi langkah pencegahan yang disarankan oleh ahli.

Dengan peningkatan sosialisasi dan penggunaan fasilitas yang tepat, risiko pencemaran akibat limbah kurban dapat diminimalkan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait