Mendagri: Layanan Dasar Pascabencana di Sumatra Mulai Pulih
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Koordinasi antara Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dan Pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Tito menjelaskan respons berjalan melalui tiga tahapan untuk memastikan bantuan cepat dan terkoordinasi.
Tahapan penanganan bencana
Tito merinci ada tiga tahapan utama: tanggap darurat, masa transisi, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada fase awal, seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah bergerak di bawah komando langsung Presiden untuk akselerasi działania.
Koordinasi ini dimaksudkan agar distribusi logistik dan layanan dasar bisa cepat kembali tersedia bagi warga terdampak.
Kondisi layanan dasar
Tito menyampaikan sebagian besar layanan dasar sudah pulih. "Listrik, BBM, internet umumnya semuanya sudah berjalan lancar. Kecuali beberapa desa yang terisolir karena memang jalannya longsor," kata Tito.
"Listrik, BBM, internet umumnya semuanya sudah berjalan lancar. Kecuali beberapa desa yang terisolir karena memang jalannya longsor,"
Dia menambahkan, layanan pemerintahan di tingkat daerah mulai aktif kembali walau beberapa kantor masih memanfaatkan fasilitas sementara. Rumah sakit dan puskesmas disebut telah beroperasi, namun beberapa titik masih memerlukan optimalisasi.
Infrastruktur dan akses
Dari sisi infrastruktur nasional, akses jalan dan jembatan yang menjadi jalur utama bantuan telah terhubung kembali. Meski demikian, beberapa ruas masih bersifat sementara dan perlu perbaikan jangka menengah.
Tito mengakui masih ada wilayah terisolir akibat longsor pada akses lokal. Penanganan lanjutan diperlukan untuk membuka akses dan mempercepat pemulihan ekonomi setempat.
Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, ikut hadir dalam pembahasan dan menyatakan DPR serta pemerintah sepakat pada Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana di Sumatra. Pembahasan mencakup rencana kerja hingga aspek teknis pelaksanaan di lapangan.
Kesepakatan ini membuka jalan bagi program pemulihan yang lebih terstruktur, termasuk prioritas perbaikan infrastruktur vital dan layanan kesehatan.
Ke depan, fokus utama adalah membuka akses yang masih tertutup, memperkuat layanan kesehatan di titik kritis, dan mempercepat rekonstruksi agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas normal.
Berita Terkait
Investigasi Bareskrim: Blackout Sumatra Bukan Karena Sabotase
Bareskrim dan PLN menyatakan blackout Sumatra 22 Mei 2026 bukan akibat sabotase, melainkan dugaan cuaca ekst...
DPR dan Pemerintah Sepakati Rencana Induk Rekonstruksi Sumatra
DPR dan pemerintah sepakat Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatra, anggaran disetujui dan Satga...
Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad
Presiden Prabowo meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung pada 25 Mei 2026, menegaskan...
Pojok SIBI Diresmikan, Sekolah Jadi Pusat Literasi Nasional
Pojok SIBI diresmikan 25 Mei 2026 untuk menjadikan sekolah pusat literasi, terintegrasi SLiMS, dan disosiali...
Hasil UTBK SNBT Diumumkan Hari Ini, Cek Cara dan Link Resmi
Hasil UTBK-SNBT diumumkan Senin 25 Mei 2026 pukul 15.00 WIB; cek lewat laman resmi SNPMB atau PTN Mirror dan...
Hari Tiroid Sedunia 2026: Kenali Risiko, Gejala, dan Pencegahan
25 Mei diperingati sebagai Hari Tiroid Sedunia; ketahui peran tiroid, faktor risiko, dan langkah pencegahan...