Lautan Doa: PDI Perjuangan Kabupaten Malang Peringati Haul Bung Karno
MALANG — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar Tawasulan dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Lautan Doa” pada Rabu malam (24/6/2026). Acara di kantor DPC itu dimaksudkan memperingati Haul Bung Karno ke-56 dan Haul HM Taufiq Kiemas ke-13 sekaligus merespons ketegangan politik nasional dengan ruang doa dan refleksi.
Suasana dan rangkaian acara
Acara dimulai dengan lantunan selawat dan penampilan Kiai Kanjeng yang mengisi suasana khidmat. Kursi tertata rapi, lampu halaman menyala lembut, dan peserta datang dengan tenang untuk duduk bersama dalam zikir dan doa.
Setelah doa, penyelenggara membuka Dialog Kebangsaan. Pembicaraan beralih dari aspek spiritual ke isu moral publik, demokrasi, dan tantangan menjaga nalar sehat di tengah polarisasi.
Narasumber dan peserta
Ruang doa dihadiri tokoh nasional, ulama, budayawan, akademisi, kader partai, serta pejabat daerah. Hadir antara lain mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas, sosiolog Prof. Imam Prasodjo, pakar komunikasi Prof. Dr. Suko Widodo, dan perwakilan pemerintah daerah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menekankan makna nasionalis-religius dalam acara tersebut.
“Nasionalis-religius ini bahkan sudah terefleksikan dari sosok Bung Karno, yang dalam perjuangannya mempersatukan semua golongan secara luas diakui oleh organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama,”
Tujuan dan makna acara
Menurut penyelenggara, tujuan acara bukan sekadar mengenang tokoh, tetapi juga memberi ruang hening di tengah eskalasi politik. Sekretaris DPC Abdul Qodir menjelaskan alasan seruan doa bersama itu.
“Lautan doa ini digagas oleh PDI Perjuangan ketika kami melihat bahwa eskalasi politik sudah semakin meninggi, dan manusia hari ini sudah sulit menemukan pegangan,”
Adeng, sapaan Abdul Qodir, menambahkan bahwa doa bukan menggantikan kerja politik, melainkan menjadi pijakan moral agar politik tak kehilangan nurani.
“Situasi seperti ini saatnya PDI Perjuangan mengajak masyarakat menengadah ke atas. Karena Allah satu-satunya yang bisa menolong bangsa ini,”
Rangkaian kegiatan lain
Rangkaian peringatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Malang tidak berhenti pada malam tawasulan. Sebelumnya digelar penghijauan lingkungan dan khataman Al-Qur’an selama dua hari. Kegiatan ini dimaksudkan agar mengenang Bung Karno berwujud dalam aksi nyata, bukan hanya retorika.
Implikasi dan penutup
Perpaduan tawasulan dan dialog memberikan dua dimensi: spiritual yang menenangkan dan intelektual yang menggugah. Penyelenggara berharap momen ini menjadi pijakan untuk kembali merajut wacana politik yang berlandaskan akal sehat dan kepedulian pada rakyat.
Di akhir acara suasana kantor partai terasa berubah menjadi ruang bersama untuk merawat harapan. Acara itu menegaskan bahwa mengenang Bung Karno dan Taufiq Kiemas juga berarti mencari tenaga untuk melangkah demi kepentingan bangsa.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...